Ingin Mengenal Teks Berita? Berikut Definisi dan Kaidah Penulisannya

Ingin Mengenal Teks Berita? Berikut Definisi dan Kaidah Penulisannya

Teks Berita. Pernah membaca koran? Maka di dalamnya kamu membaca teks berita yang menyajikan informasi terkini dan juga dibuat dengan kalimat-kalimat yang tidak hanya mudah dipahami namun juga menarik. Ternyata susunan dalam teks informasi tersebut tidak dibuat secara asal, terdapat kaidah tersendiri yang perlu dipenuhi. 

Artinya, ada ilmu khusus atau keterampilan yang harus diasah bagi seseorang yang ingin menyusun teks di dalam koran tersebut. Pada dasarnya teknik serupa juga diterapkan untuk artikel berita di berbagai situs berita terkini. Beberapa situs yang menyajikan informasi hangat pun terlihat memakai teknik serupa. 

Lalu, apa kira-kira yang dimaksud dengan teks berita tersebut? Jika kamu tertarik untuk mengetahui dan menguasainya sebagai bekal di suatu hari menjadi seorang jurnalis. Maka kamu perlu membaca informasi berikut ini. 

Definisi Teks Berita 

Dilansir dari situs ruangguru.com dijelaskan bahwa teks berita merupakan teks yang berisi tentang segala peristiwa yang terjadi di seluruh dunia. Cakupannya memang luas, sebab peristiwa apapun tentu terjadi di berbagai belahan dunia. Beberapa menjadi menarik untuk diangkat menjadi berita dan disusun teksnya kemudian dipublikasikan. 

Jadi, tidak semua berita sifatnya penting atau menarik. Misalnya berita mengenai aktivitas kamu yang sudah makan tiga kali sehari. Mungkin bagi kamu dan keluarga hal ini menjadi informasi penting. Namun tidak begitu berbobot untuk dijadikan sebagai artikel di surat kabar maupun situs berita terkini. 

Kecuali untuk kabar dari beberapa tokoh politik. tokoh dunia, suatu penemuan terkini, dan sebagainya. Dimana berita-berita tersebut bisa dengan mudah menyedot perhatian publik yang kemudian dibaca. Informasi menarik ini kemudian menjadi magnet bagi pembaca untuk mengunjungi situs maupun membeli majalah dan koran. 

Inilah alasan kenapa ada tidak semua peristiwa dinaikan menjadi berita, melainkan hanya peristiwa khusus yang sekiranya menarik dan bermanfaat. Namun kamu juga bisa  berkesempatan menjadi penulis teks berita maupun menjadi subyek yang diberitakan. Semoga memberikan berita-berita diri yang menarik dan bermanfaat. 

Ciri-Ciri Secara Umum 

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, penulisan teks untuk suatu berita tidak asal. Berita yang tadinya biasa akan dipaparkan dengan teknik tertentu sebagai bumbu agar tidak hambar. Selain itu juga wajib masih sesuai dengan fakta, sebab berita sendiri menyampaikan fakta bukan opini apalagi suatu karangan cerita. 

Oleh sebab itu ada teknik tersendiri dalam menyusun teks berita tersebut, dan kemudian membentuk ciri khas. Berikut adalah ciri-ciri yang dimilikinya: 

  • Teks bersifat objektif, sehingga keadaan yang diberitakan diceritakan sesuai dengan keadaan di lapangan tanpa ada tambahan hasil opini pribadi. 
  • Berita yang disusun didasarkan pada fakta bukan opini maupun hal fiktif. 
  • Judul berita yang dibuat diharuskan mewakili keseluruhan isi berita. 
  • Menggunakan bahasa yang efektif, sehingga membuat teks tersebut mudah untuk dipahami, lengkap, dan mampu memikat para pembacanya. 
  • Peristiwa yang diangkat menjadi berita disampaikan secara urut atau kronologisnya jelas. 
  • Data yang dipaparkan di dalam teks merupakan fakta dan bisa dijadikan acuan bagi pembacanya untuk melakukan suatu hal atau tindakan dan kegiatan. 
  • Penyampaian beberapa detail wajib valid misalnya lokasi kejadian, waktu, dan juga sumber karena isinya harus bisa dipertanggung jawabkan. 
  • Teks secara umum memuat unsur 5W + 1H (what, where, when, who, why, dan how). 
  • Beberapa teks dalam sebuah berita juga mengandung kebenaran berlapis. Kebenaran berlapis ini terbentuk ketika fakta yang diberitakan berubah dalam hitungan detik, menit, maupun jam. Hal ini contohnya seperti berita perhitungan quick count pemilu dan data pasien yang terinfeksi Covid-19. 

Kaidah Kebahasaan dalam Teks Berita 

Supaya lebih mudah memahami apa itu teks berita dan bagaimana penyusunannya, maka perlu tahu juga mengenai kaidah kebahasaan yang digunakan. Jadi, jenis tata bahasa yang dipakai sifatnya khas. Mungkin memang bisa ditemukan di artikel jenis non-berita, namun pasti jarang karena memang lebih relevan dipakai untuk pembuatan artikel berita. 

Adapun detail mengenai kaidah kebahasaan dalam menyusun teks atau artikel berita adalah sebagai berikut: 

Penggunaan Bahasa Baku atau Standar

Kaidah kebahasaan yang pertama adalah penggunaan bahasa yang baku, disebut juga sebagai bahasa standar. Jadi, hal ini penting untuk memastikan bahwa semua pembaca teks dimanapun tempatnya atau daerahnya bisa memahami isi berita tersebut. 

Jika memakai bahasa daerah atau mungkin bahasa yang hanya dipahami kalangan terbatas. Maka informasi tidak akan tersampaikan dengan baik. Oleh sebab itu semua teks akan memakai bahasa baku. 

Namun beberapa majalah yang segmen pasarnya anak muda bisa memakai bahasa tidak baku, seperti bahasa gaul. Hal ini wajar karena target pasarnya jelas, namun untuk koran tentu kurang ideal memakai bahasa tidak baku tersebut. 

Menggunakan Kalimat Langsung 

Kaidah kebahasaan yang kedua dari teks berita adalah penggunaan kalimat langsung. Lalu, apa itu kalimat langsung? Jadi kalimat langsung adalah kalimat yang langsung disampaikan narasumber. Dalam teks nanti ditulis dengan awalan tanda petik dua dan diakhiri tanda petik dua juga. 

PAda bagian akhir nanti akan dicantumkan nama narasumber tersebut, lengkap dengan umur (koran), jabatan, dan hari ketika wawancara atau waktu kalimat tersebut disampaikan narasumber. 

Menggunakan Kata Kerja Mental 

Teks atau artikel berita juga memakai kaidah kebahasaan dengan kata kerja mental. Kata kerja mental sendiri adalah kata kerja yang menunjukan respon dari subjek yang diangkat menjadi berita. 

Misalnya saja ada korban penipuan bernama A, maka disampaikan perasaan korban. Contoh kalimatnya: korban A merasa tertipu, merasa marah, dan kemudian histeris. 

Menggunakan Keterangan Waktu dan Tempat 

Penyusunan teks untuk berita biasanya juga memakai keterangan waktu dan tempat. Hal ini penting sebagai konfirmasi dan penyampaian fakta dimana lokasi kejadian maupun lokasi wawancara dilakukan. Sehingga pembaca tidak hanya mengetahui informasinya apa, melainkan juga mengetahui waktu dan tempatnya. 

Adanya keterangan waktu dan tempat juga memastikan bahwa informasi tersebut termasuk informasi terkini. Masih hangat diberitakan, dan kemudian layak untuk dibaca bagi orang-orang yang ingin update informasi terkini. Keterangan waktu ini biasanya ditempatkan di akhir kalimat dan diapit tanda kurung. 

Contohnya adalah: 

…, ungkap Kapolsek Wonogiri Kompol Sutama saat dikonfirmasi pada Minggu (14/03/2021). 

Beberapa surat kabar menambahkan keterangan waktu tanpa menyertakan tahun. 

Menggunakan Konjungsi Temporal 

Teks berita juga diketahui menggunakan konjungsi temporal yang kemudian juga menjadi ciri khas. Adapun yang dimaksud dengan konjungsi temporal adalah suatu jenis kata penghubung yang berfungsi untuk menjabarkan kronologis suatu keadaan atau kondisi. 

Adapun contoh dari konjungsi temporal ini adalah kemudian, sejak, setelah, awalnya, dan juga kata akhirnya. Sehingga konjungsi ini akan membantu menjelaskan kronologi suatu peristiwa dengan jelas. 
Melalui penjelasan di atas tentu bisa dipahami dengan baik pengertian dari teks berita sekaligus ciri-ciri dan kaidah kebahasaan yang digunakan. Sehingga kedepannya kamu bisa mencoba menulis artikel berita sendiri yang sudah memenuhi kaidah-kaidah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *