Syarat Buku Ajar Yang Baik dan Benar

Syarat Buku Ajar Yang Baik dan Benar

Syarat buku ajar yang baik bagi dosen. Sebagai dosen tentunya Anda tidak akan terhindar dari tugas membuat buku ajar, bukan? Ya, sepertinya tugas menulis buku ajar sudah hal wajar dilakukan seorang dosen untuk mahasiswanya.

Namun pertanyaannya, sejauh mana kualitas buku ajar yang dibuat? Apakah hanya asal-asalan yang penting ada, atau memang sudah sesuai standar yang ditentukan oleh Dikti. 

Semua buku ajar yang diakui tentu harus memuat sudut pandang yang jelas terutama tentang prinsip-prinsip yang digunakan, pendekatan yang dianut, metode yang digunakan serta teknik-teknik pengajaran yang digunakan.

Susunannya pun harus teratur, sistematis, bervariasi, dan kaya akan informasi. Di samping itu harus mempunyai daya tarik kuat karena akan mempengaruhi minat mahasiswa terhadap buku tersebut. Tentunya untuk mencapai tujuan tersebut harus ada syarat buku ajar yang baik. 

Syarat Buku Ajar Yang Baik dan Benar

Supaya Anda para dosen yang sedang menyusun buku ajar tidak merasa kebingungan dalam menyusun syarat buku ajar yang baik. Berikut ini kami ulas selengkap-lengkapnya :

1. Terorganisasi dan Sistematika 

Salah satu syarat buku ajar yang baik adalah yang terorganisir dan tersistematika.  Karakteristik buku ajar yang baik disusun secara runtut. Tentunya penyusunan dilakukan dengan menyusun komponen isi yang sudah dikumpulkan menjadi buku yang kaya akan ilmu pengetahuan. Apabila buku ajar tidak disusun terorganisasi, maka isi buku pun menjadi membosankan. 

Untuk memenuhi syarat buku ajar yang baik terorganisir dan sistematik ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan: 

  • Membuat kerangka 

Agar kerangka tepat sasaran dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku, perlu dibuatlah berdasarkan konsep dasar. Jika masih dirasa bingung, bisa dengan menuliskan judul atau menuliskan tema besar yang hendak ditulis. Cara semacam ini akan lebih memudahkan penulis untuk menarget sesuai dengan sasaran.

  • Membuat Draf Buku Referensi 

Agar buku tersusun sesuai urutannya, penulis dapat membuat draf buku referensi. Ada beberapa tipe penulis yang lebih senang membuat draf buku daripada membuat kerangka, atau sebaliknya.

  • Membuat Sinopsis

Cara lain supaya buku ajar terorganisasi dan sistematik adalah dengan membuat sinopsi buku ajar. Fungsi dari sinopsis secara garis besar dapat berperan sebagai pemberi garis besar tema atau ulasan yang akan dibahas. 

2. Sesuai Dengan Isi Kurikulum

Kurikulum ini ibarat sebagai penjaga buku ajar supaya tetap pada “track” nya. Buku ajar yang sesuai kurikulum ditulis dan dibatasi oleh silabus dan kurikulum. Ketika mengacu pada kurikulum dan silabus, maka dari segi tema besar dan bahasan akan tersistematis dan terstruktur, karena sudah memiliki standar. 

3. Kesesuaian Pengembangan Materi 

Materi dan bahan buku ajar pun bersifat dinamis, mengikuti perkembangan masyarakat. Sehingga buku ajar mampu menjadi jembatan ilmu pengetahuan yang baru dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Isi materi harus ada kesesuaian pengembangan materi dengan tema. 

4. Tujuan Perkembangan Kognitif

Syarat selanjutnya adalah harus memiliki tujuan perkembangan kognitif. Caranya dengan menstimulasi ulasan materi pembelajaran yang memiliki tingkat kesulitan lebih. Meskipun sulit, namun dari segi teori atau ulasan tetap disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana. 

Sesulit apapun latihan soal yang diberikan kepada peserta didik, jika materi buku ajar yang disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Maka Peserta didik pun akhirnya juga bisa menjawab. Inilah yang menjadi tugas utama seorang penulis buku ajar. 

5. Membangun Moral Akhlak

Syarat buku ajar yang baik yang tidak boleh dilupakan adalah karakteristik membangun moral dan akhlak. Moral dalam hal ini bisa berbentuk perilaku, sikap dan sudut pandang.

Sesuai dengan fungsinya, buku ajar diperuntukan sebagai pedoman pembelajaran di dunia pendidikan. 

Sebagai buku pendidikan, tentunya diharapkan mampu mendorong peserta didik pun memiliki perubahan sikap yang lebih baik. Bentuk segi moral/akhlak baik adalah yang memiliki sifat amanah, sopan, jujur, solidaritas, setia kawan, mengasihi dsb.

Baca juga : Cara Menulis Cerpen Pengalaman Pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *