Kegiatan Pembelajaran Mahasiswa dalam Program Kampus Merdeka

program kampus merdeka

Program Kampus Merdeka yang digagas oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim tentu saat ini sedang berjalan. Bahkan sudah berjalan sejak tahun lalu, ketika bersamaan dengan menerapkan belajar dari rumah. Program ini sendiri merupakan salah satu inovasi di dunia pendidikan di Indonesia. 

Sebab diterapkan sistem yang berbeda 180 derajat dibanding sistem pendidikan yang diterapkan di tahun-tahun sebelumnya. Harapannya tentu saja dengan program dan sistem baru ini mampu meningkatkan kualitas mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Sekaligus meningkatkan mutu pendidikan Indonesia agar sesuai kebutuhan zaman. 

Lewat program ini kemudian mahasiswa menjadi peserta didik yang merdeka dan memiliki kontribusi lebih besar dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Menariknya lagi, mahasiswa mendapat kesempatan melakukan kegiatan-kegiatan pembelajaran baru. Lalu, apa saja kegiatan-kegiatan tersebut? 

Kegiatan Pembelajaran Mahasiswa di Kampus Merdeka yang Harus Diketahui Dosen

Melalui Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat (1) dijelaskan mengenai kegiatan pembelajaran di program Kampus Merdeka. Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa sebagai target utama program baru tersebut. Sekaligus kepada kalangan dosen dan praktisi selaku pemilik usaha dan pelaku industri. 

Adapun bentuk kegiatan pembelajaran baru yang diterapkan dalam program tersebut antara lain: 

1. Pertukaran Pelajar 

Program ini memiliki banyak tujuan, salah satunya untuk membangun persahabatan antar mahasiswa yang berbeda program studi, suku, ras, agama, dan sebagainya. Yakni melalui kegiatan pertukaran pelajar, dimana mahasiswa bisa saling pindah program studi di kampus yang sama maupun di kampus berbeda. 

Lewat kebijakan ini, tak hanya membantu membangun persahabatan namun juga memberikan ilmu dan pengalaman yang lebih kompleks pada semua mahasiswa. 

2. Magang 

Kegiatan kedua dalam program ini adalah magang atau praktek kerja, yakni di perusahaan yang sudah menjalin kerjasama dengan pihak kampus. Lewat kegiatan magang yang berjalan antara 6 sampai 12 bulan maka memberi keterampilan kerja yang cukup bagi para mahasiswa. 

Hal ini mendukung kesiapan mereka terjun di dunia kerja dan lebih berprestasi bahkan di tahun pertama mereka diangkat sebagai karyawan. Sebab sudah punya soft skill maupun hard skill yang diperlukan perusahaan tempatnya bekerja. 

3. Proyek Kemanusiaan 

Mahasiswa di program Kampus Merdeka juga bisa menjadi volunteer dalam proyek kemanusiaan. Sehingga bisa ikut terlibat menjadi tim SAR untuk menangani para korban dan daerah yang terkena bencana alam.

4. Kegiatan Wirausaha 

Program di dunia pendidikan ini juga mendukung mahasiswa untuk menjadi wirausaha sukses selepas kuliah. Sehingga dibuka kegiatan wirausaha yang mendorong mahasiswa mempelajari berbagai keterampilan mendirikan usaha sendiri. 

5. Asisten Mengajar 

Bagi mahasiswa yang memiliki minat di dunia pendidikan, yakni menjadi dosen maka bisa menjadi asisten mengajar. Sehingga bisa tahu bagaimana rasanya menjadi dosen, bagaimana mempersiapkan diri menjadi dosen, dan punya keterampilan yang mendukung untuk sukses menjadi dosen sejak dini. 

Bagi mahasiswa yang memang memiliki impian atau merasa tertarik menjadi dosen. Tentunya bisa memilih untuk melakukan kegiatan satu ini, sehingga benar-benar punya pengalaman untuk menjadi dosen yang baik. 

6. Penelitian 

Mahasiswa di program Kampus Merdeka juga berkesempatan untuk mengasah keterampilan dan membangun pengalaman menjadi peneliti. Sebab bisa mengikuti kegiatan penelitian baik yang dilakukan di lembaga riset maupun pusat studi. 

Lewat kegiatan riset atau penelitian ini maka mahasiswa bisa mematangkan teori yang didapat di kelas dan sumber pembelajaran lain. Sekaligus mengetahui kondisi riil di lapangan ketika melakukan suatu penelitian dengan topik tertentu. 

7. Proyek Independen 

Proyek atau Studi Independen juga menjadi bagian dari program baru di dunia pendidikan Indonesia. Sifatnya sendiri sebagai pelengkap dari kurikulum pendidikan di suatu perguruan tinggi. Sehingga disediakan penambahan topik perkuliahan yang tidak ada dalam jadwal perkuliahan namun tercantum dalam silabus program studi. 

8. Membangun Desa 

Melalui program baru ini juga, mahasiswa akan mendapat kesempatan untuk punya pengalaman tinggal dan beraktivitas di tengah masyarakat. Yakni melalui kegiatan membangun desa yang juga dikenal dengan istilah KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik). 

Kegiatan KKNT ini termasuk kegiatan pembelajaran di luar kampus yang membuat mahasiswa bisa dan perlu membaur dengan masyarakat di pedesaan. Pelaksanaannya sendiri selama 6 sampai 12 bulan, sehingga mahasiswa berkesempatan memberi kontribusi untuk memajukan suatu desa atau daerah. 

Keunggulan Program Kampus Merdeka 

Melalui kegiatan-kegiatan pembelajaran baru di atas, maka program Kampus Merdeka tentu memberi banyak dampak positif. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa program ini memiliki sejumlah keunggulan, misalnya: 

1. Membantu Mahasiswa Mendalami Program Studi 

Jika di sistem pendidikan yang lama mahasiswa hanya bisa belajar dari apa yang disampaikan oleh dosen di kelas. Maka di program terbaru karya Nadiem Makarim ini dibuat lebih memudahkan mahasiswa untuk berkembang. Salah satunya terbantu untuk mendalami program studi yang diambil. 

Misalnya melalui kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut terlibat dalam kegiatan penelitian. Sehingga bisa langsung terjun ke lapangan untuk mempraktekan ilmu yang dipelajari secara teori, sekaligus melihat kondisi langsung di lapangan tersebut. Hal ini memudahkan mereka untuk mematangkan studi yang diambil. 

2. Menciptakan Perkuliahan yang Fleksibel 

Diketahui bahwa salah satu tujuan utama dari program Kampus Merdeka adalah untuk melepaskan belenggu pendidikan tinggi yang membatasi ruang gerak mahasiswa dalam mengembangkan diri. Sehingga disediakan fasilitas untuk keluar kampus dan keluar kelas. 

Melalui kebijakan seperti ini diharapkan mahasiswa bisa lebih mandiri dan leluasa dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan. Sekaligus bisa belajar tidak hanya dari dosen namun juga dari pihak lain. Seperti kampus lain, dosen d kampus lain, praktisi, dan kegiatan magang di perusahaan. 

3. Memberi Kesempatan bagi Mahasiswa Terjun ke Masyarakat 

Lewat program ini pula mahasiswa bisa terjun langsung ke masyarakat, misalnya melalui kegiatan penelitian maupun membangun desa. Sehingga mahasiswa tidak perlu menunggu menjadi dosen maupun peneliti untuk bisa memberikan kontribusi pada masyarakat luas. 

4. Mahasiswa Lebih Siap Masuk Dunia Kerja

Melalui program baru ini pula mahasiswa akan mendapat bekal keterampilan yang lebih beragam. Mulai dari pertukaran pelajar, magang, penelitian, dan sebagainya seperti pemaparan di atas. 

Maka memberi bekal yang cukup untuk lebih siap terjun di dunia kerja, sehingga mudah mendapat pekerjaan dan mudah pula untuk mendapatkan peningkatan karir. Sebab sudah memiliki keterampilan yang mumpuni untuk bisa menduduki jabatan strategis di sebuah perusahaan. 

Keunggulan ini membuat program Kampus Merdeka perlu didukung untuk mencapai tujuan pendidikan Indonesia yang lebih mumpuni. Sekaligus sukses mencetak lulusan perguruan tinggi yang memiliki daya saing di dunia kerja dan manfaat tinggi bagi masyarakat luas. 

Meskipun menjadi program baru yang tentu belum begitu ditunjang persiapan matang, apalagi dilaksanakan pertama kali di tengah pandemi. Namun semua pihak tentu perlu tetap optimis bahwa program ini akan sukses dan mengubah wajah pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.