Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal Internet

Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal Internet

Penulisan daftar pustaka dari jurnal internet. Betul sekali, menulis daftar pustaka memang bukanlah sesuatu yang mudah apalagi jika belum pernah mencobanya sama sekali. Banyaknya aturan kadang malah membuat orang semakin bingung tentang cara penulisannya.

Pada artikel sebelumnya, sudah banyak dibahas tentang apa itu daftar pustaka. Pada artikel ini, Anda akan belajar tentang penulisan daftar pustaka secara lengkap. Anda juga akan mendapatkan rumus cepat untuk menulis daftar pustaka sehingga semakin mudah untuk dipahami.

Kita ulas sekilas, daftar pustaka merupakan suatu susunan tulisan di akhir sebuah karya ilmiah yang isinya berupa nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit, dan tahun terbit. Daftar pustaka ini digunakan sebagai sumber atau rujukan seorang penulis dalam berkarya. Nah pada artikel ini kita akan membahas bagaimana penulisan daftar pustaka dari jurnal internet.

Jurnal sendiri merupakan tulisan khusus yang memuat artikel suatu bidang ilmu tertentu. Jurnal juga merupakan tulisan yang dikeluarkan oleh seorang yang berkompeten di bidangnya dan diterbitkan oleh Suatu instansi (Lembaga). Untuk Anda yang sedang menyusun karya ilmiah biasanya mengalami  beberapa kendala untuk menemukan jurnal dan bingung mencari jurnal di mana? Salah satu kebiasaan klasik adalah dengan langsung mengetik apa yang menjadi judul karya ilmiah di google. Padahal hal tersebut malah membuat bingung untuk memilih dan mencari jurnal yang sesuai dengan ketentuan dan memiliki keabsahan yang diakui. Untuk itu pada tulisan ini, mari kita belajar penulisan daftar pustaka dari jurnal internet yang baik dan benar.

 

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Internet

Penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari jurnal tidak jauh berbeda dari yang sumbernya buku. Hanya saja, di sini terdapat judul jurnal, volume, dan halaman. Terdapat berbagai macam gaya penulisan daftar pustaka yang bersumber dari jurnal. Salah satunya adalah yang menggunakan rumus NA. TA. JU. JUR, VO(NO), HA.

NA: Nama pengarang

TA: Tahun terbit

JU: Judul artikel

JUR: Nama Jurnal

VO: Volume Jurnal

NO: Nomor Jurnal

HA: Halaman

 

Misalnya, kamu menggunakan sumber jurnal Daya Saing dengan rincian sebagai berikut:

 

Judul Artikel: Sikap Konsumen Terhadap Produk Bundling Agribisnis

Nama Jurnal: Daya Saing

Nama Pengarang: Didi Junaedi, Anton Agus Setyawan, dan Soepatini

Tahun Terbit: 2016

Volume: 18

Nomor: 1

Halaman: 1 – 9

Maka, kamu dapat menulis daftar pustakanya seperti berikut ini:

 

Junaedi, Didi, Anton Agus Setyawan, dan Soepatini. 2016. Sikap Konsumen Terhadap Produk Bundling Agribisnis. Daya Saing, 18(1), 1 – 9.

Sesuai aturan daftar pustaka, nama pengarang pertama dibalik dan pada informasi jurnal dipisah dengan tanda koma.

 

Syarat Jurnal Internet yang Baik Untuk Penulisan Daftar Pustaka

Dalam penulisan daftar pustaka dari jurnal internet, kita juga perlu memperhatikan jenis jurnal yang dijadikan referensi. Harapannya semakin banyak referensi yang berkredibel, semakin memberikan nilai lebih pada yang ditulis. Referensi yang banyak menunjukan kekayaan sumber ilmu yang terkandung di dalamnya. Harapannya pun, dari segi isi juga tidak berbelit-belit dan memang padat informasi.

Kemajuan teknologi dan informasi membuat Anda bisa dengan mudah mendapatkan akses jurnal tidak terbatas. Siapa saja bisa mendapatkan dengan cara percuma, asal tahu carannya. Sebagai referensi menulis karya ilmiah, setidaknya ada beberapa unsur penilaian jurnal. Mengingat kebebasan teknologi juga memberikan dampak terhadap standar jurnal yang belum terindeks dengan baik. Jangan sampai penulisan daftar pustaka dari jurnal internet Anda sia-sia karena tidak absahnya rujukan jurnal.

cara penulisan daftar pustaka dari katalog

Sebab harus diketahui bahwa tidak semua jurnal memiliki kredibilatas dan isi mutu yang bagus. Sehingga muncullah paradigma manajemen pengelolaan jurnal secara elektronik maupun cetak. Penilaian terbitan jurnal secara berkala setidaknya memenuhi mutu minimum. Nah, berikut ini kami jabarkan unsur-unsur apa saja yang membuat jurnal dinilai baik untuk referensi sebagai penulisan daftar pustaka dari jurnal internet.

 

  1. Penulisan Daftar Pustaka – Unsur Penilaian Bobot Jurnal

 

Sekitar terdapat delapan unsur bobot penilaian yang diperhatikan. Unsur penilaian bobot ini berpengaruh pada penulisan daftar pustaka dari jurnal internet. Penamaan terbitan 3 bobot, kelembagaan penerbit 4 bobot, penyuntingan dan manajemen pengelolaan 17 bobot. Adapun bobot yang paling besar, sebesar 39 bobot yang melingkuspi substansi artikel. Untuk gaya penulisan, nilainya 8 bobot. Sedangkan untuk keberkalaan hanya 6 bobot, dan 11 bobot untuk penyebarluasan jurnal. Jika di total, jumlah bobot tersebut adalah 100, sebagai nilai sempurna.

Banyaknya jenis jurnal, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Tidak semua jurnal mendapatkan akreditasi. Dikatakan jurnal ilmiah terakreditasi apabila mendapatkan bobot nilai minimum 70, dengan nilai substansi minimum 26. Ketika jurnal memenuhi ke dalam 8 unsur dan mendapatkan nilai lebih dari 70, dengan substansi nilai 26, maka jurnal yang digunakan sebagai referensi buku ajar yang terakreaditasi. Dari sisi isi, penyampaian dan delapan unsur tersebut tidak diragukan lagi.

  1. Syarat Jurnal Yang Terakreditasi

Sebaiknya gunakan jurnal yang terakreditai dalam penulisan daftar pustaka dari jurnal internet. Dari segi pembahasan dan mutu yang kurang pembaca juga dapat menilai sendiri bagaimana kualitas isi. berbicara tentang jurnal yang terakreditasi. Setidaknya memiliki International Standard Serial Number (ISSN). ISSN versi cetak umumnya memiliki kode p-ISSN, sedangkan kode untuk jurnal elektronik e-ISSN. Jika jurnal dalam bentuk elektronik, e-ISSN dapat diperoleh dengan mendaftarkan ke portal khusus. Disinilah kita akan diarahkan pada pendaftaran, dan mengikuti langkah yang diberikan.

Syarat kedua, jurnal mentaati etika publikasi halaman pada website. Jurnal diterbitkan secara berkala. Setahun minimal dua kali terbit, yang terhitung mundur dari tanggal dan bulan yang diajukan untuk akreditasi. Jika jurnal tidak berbentuk monograf, artikel diterbitkan lima kali.

Ketiga, karena jurnal ilmiah bentuk dan sifatnya ilmiah, maka isi yang terkandung di dalamnya adalah data dan informasi.  Syarat ke empat, jurnal ilmiah tercantum di Indonesian Scientific Journal databese (ISJD) sebagai lembaga pengindeks nasional, atau ke portal garuda, Pustaka iptek dan sejenisnya. Masa berlaku jurnal yang terakreditasi dan diterbitkan secara berkala adalah 5 tahun. Ketika masa akreditasi habis, dapat diperpanjang 6 bulan sebelum masa berlaku habis. Sedangkan yang gagal mengajukan akreditasi yang pertama, dapat diajukan kembali dengan rentang waktu paling cepat 1 tahun lamannya.

 

  1. Penulisan Daftar Pustaka – Pembahasan yang Tidak Berbelit

Dari data yang sudah Anda dapatkan, Anda baru bisa membahasnya secara detail pada bagian pembahasan. Dalam bagian pembahasan, Anda bisa menafsirkan data-data yang ada dengan pola yang diamati. Dari setiap hubungan antara variable percobaan yang penting dan korelasi antar variabel dapat dilihat dengan jelas. Anda harus menyertakan sebuah penjelasan yang berbeda dari hipotesis atau hasil yang berbeda atau serupa dengan stiap percobaan terkait dengan penelitian yang dilakukan orang lain.

Perlu dicatat, bahwa setiap percobaan yang dilakukan tidak harus merujuk pada hasil besar atau kecenderungan untuk menjadi penting. Jika memang menemukan hasil negatif, Anda bisa menjelaskan apa penyebabnya. Barangkali dari hasil negatif tersebut Anda justru mendapatkan hasil penting yang harus diubah pada pada kegiatan penelitian selanjutnya.

 

  1. Informasi Dapat Dipertanggungjawabkan

Informasi yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi salah satu syarat penulisan daftar pustaka dari jurnal internet. Pertama dilihat dari informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterbitkan secara berkala. Bahasa isi dan judul yang digunakan untuk cara membuat jurnal singkat, bermakna, tepat, dan penyampaiannya mudah dipahami, sehingga orang mudah untuk mengacu. Pemilihan bahasa pun harus mudah dicerna namun tetap menggunakan bahasa baku. Penulisan isi pun menonjolkan bidang ilmu tertentu yang dikuasi oleh peneliti.

Selain itu, setidaknya jurnal telah memiliki International Standard Serial Number (ISSN). ISSN versi cetak umumnya memiliki kode p-ISSN, sedangkan kode untuk jurnal elektronik e-ISSN. Jika jurnal dalam bentuk elektronik, e-ISSN dapat diperoleh dengan mendaftarkan ke portal khusus.

Demikian penjelasan penulisan daftar pustaka dari jurnal internet. Semoga bermanfaat!

Comments are closed.