Penulis Novel Dilan – Mengenal Sosok Pidi Baiq

Penulis Novel Dilan – Mengenal Sosok Pidi Baiq

Dilan dan Milea, menjadi salah satu tokoh novel yang booming beberapa waktu lalu. Karakter yang kuat pada sosok Dilan dan Milea, membuat dua tokoh fiksi ini menjadi idola kawula muda. Di balik sosok Dilan yang karismatik dengan kata-katanya yang bisa bikin senyum-senyum sendiri, ada seorang penulis novel Dilan sebagai sumber dari kisah kasih di SMA itu.

Lantas siapakah sosok penulis Novel Dilan yang populer itu?

Pidi Baiq namanya. Beberapa tahun belakangan ini namanya cukup banyak diperbincangkan oleh orang-orang di Indonesia. Selain karena novel berjudul Dilan 1990 yang sudah cukup booming sebelumnya, film dengan judul yang sama juga sangat fenomenal ditahun 2018. Film Dilan 1990 sukses merangkul pecinta-pecinta film di Indonesia baik yang berusia muda maupun yang sudah berusia tua.

Lalu, apa sih hubungan antara Penulis Novel Dilan : Pidi Baiq dengan film Dilan 1990 ?

Pada tahun 2014, Pidi Baiq adalah dibalik sosok penulis novel Dilan. Ia membuat sebuah novel bergenre humor yang berjudul Dilan:Dia adalah Dilanku tahun 1990, yang akhirnya ditahun 2018 novel tersebut dijadikan film dengan judul Dilan 1990, yang sangat sukses menghibur para penonton yang melihatnya.

Pidi Baiq selain jago dalam menulis karya sastra, penulis novel Dilan ini juga  jago sekali dalam dunia musik, jadi memang tidak usah diragukan lagi bahwa beliau memang layak disebut sebagai seniman dengan kemampuan yang beragam atau multitalenta.

Dalam dunia musisi, Pidi Baiq dikenal melalui grup band The Panas Dalam yang didirikan pada tahun 1995. Pidi Baiq lahir di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 8 Juli 1972 merupakan lulusan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil konsentrasi ilmu FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain), memang beliau benar-benar fokus dalam bidang keilmuan seni.

Pidi Baiq dikenal sebagai sosok yang humoris. Hal ini bisa kita lihat dari karyanya di film Dilan 1990 yang sudah tayang di bioskop. Maka tak perlu lagi diragukan akan pengetahuan Pidi Baiq dalam dunia seni. Setelah kelulusannya dari ITB, beliau mulai pergi berpetualangan ke luar negeri salah satunya pergi ke Amsterdam, Belanda untuk belajar filsafat dan seni.

Masih ada banyak karya dari penulis novel Dilan ini yang bisa kita nikmati. Kira-kira ada 7 rekomendasi karya novel Pidi Baiq yang bisa kita baca hari ini.

  1. Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan (2008)

Penulis Novel Dilan ini ternyata telah menerbitkan novel pertamanya di tahun 2008. Ia mengangkat kisah-kisah teladan yang dikemas secara humoris. Buku ini merupakan perayaan ide, karnaval anarki wacana. Semacam jaz yang improvisasi kecerdasannya begitu nakal dan semena-mena. Tidak disarankan bagi para intelektual yang arif dan bijaksana.

Pidi Baiq menyebut tulisan-tulisannya sebagia Catatan Harian atau Cacatan Harian. Buku catatan harian Pidi Baiq mengkisahkan ceritanya sendiri tentang pengalamannya sebagai mantan vokalis band indie The Panasdalam, mantan Dekan sebuan Universitas di Bandung, anggota Tim Kreatif Project-P, Staf Ahli di Bimbel Villa Merah, konsultan di galeri seni dan budaya SPACE 59, hingga menjadi seorang illustrator.

Di dalam buku ini, Pidi Baiq memperlihatkan keunikannya. Bagaimana cara berpikirnya aneh, apa yang tidak terpikirkan oleh kita, terpikirkan oleh Pidi dengan keisengannya yang lucu. Pidi juga memiliki keberanian yang luar biasa untuk mengungkap dan bertindak apa yang dipikirkannya itu terhadap siapapun lawan bicaranya yang ia temui mulai dari tukang parkir, tukang becak, satpam, penjual rokok, hingga Rosi, istrinya sendiri.

  1. Drunken Mama: Keluarga Besar Kisah-kisah Non Teladan (2009)

Drunken Mama merupakan karya dari Pidi Baiq ke lima. Jika sebelumnya penulis Novel Dilan telah menulis Drunken Monster dan Drunken Molen, nah buku adalah buku terusannya dari itu. Drunken Mama sama seperti Drunken Molen, ceritanya renyah dan lucu, menggambarkan keseharian dari seorang Pidi Baiq. Menurutku, untuk Drunken Mama ini ceritanya lebih agak serius dibanding Drunken Molen. Tapi, cara berceritanya sama. Bukan hanya lucu dan menghibur, buku ini juga menyelipkan pesan moral di tiap ceritanya. Tentang berbagi, bersyukur, berbuat baik, dsb.

  1. Hanya Salju dan Pisau Batu (2010)

Karya selanjutnya dari penulis novel Dilan ini adalah novel berjudul Hanya Salju dan Pisau Batu. Novel ini berisi  surat curhat dari Happy Salma dan balasan berkesan dari Pidi Baiq yang sangat menyenangkan. Terlibat di dalam aktivitas sahut-menyahut mereka membuat kita seakan ikut merasakan keadaan yang diceritakan, dari sedih, lucu, sampai tidak percaya bahwa kejadian-kejadian seperti ini benar-benar terjadi. Buku ini mengasyikkan dan enak dibaca setiap saat.

  1. Al-Asbun Manfaatulngawur (2010)

Setelah menyelesaikan Seri Drunken, Pidi Baiq kembali menelurkan karya yang tak kalah menggelitik moral pembacanya. tetap menggunakan latar kesehariannya, Pidi dan gerembolannya menghadirkan diskusi-diskusi alias obrolan aneh nan nyeleneh namun sarat makna.

novel dilan 1991

Dikemas dalam tata bahasa dan tampilan kitab suci, Al-Asbun Manfaatul Ngawur, sesuai judulnya, dapat membuat pembaca terpingkal, sekligus berpikir dengan cara pandang Pidi atas banyak hal kecil. Bagi yang mencintai Seri Drunken, buku ini tentu layak menjadi koleksi selanjutnya dari karya-karya Pidi Baiq.

  1. S.P.B.U: Dongeng Sebelum Bangun (2012)

Suatu hari, ada seekor kelinci bernama Klin Klin sedang beristirahat di bawah pohon. Ia melihat seekor keong sawah bernama King Kong sedang menggambar bunga-bunga di tanah. Lalu, Klin Klin mengajak King Kong untuk balapan lari. Berhasilkah, King Kong mengalahkan Klin Klin? Ikuti juga dua kisah lainnya.

Berisi 3 cerita dongeng yang pasti belum pernah anda dengar sebelumnya, dari mulai dongeng lomba lari kelinci dengan siput (udah pernah denger? eits, yang ini edisi revisi), dongeng kancil dan buaya yang diintervensi buaya sepuh dan seekor Kap(f kalo Sunda)ibara, sampai dongeng a la Godzilla, tapi nama makhluknya panjang, ampe ngabisin tiga halaman buat nulisnya, dan bentuknya ga kayak Godzilla, dengan superhero yang bernama S.P.B.U.

  1. Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 (2015)

Penulis Novel Dilan ini juga melanjutkan kisah Dilan dengan latar yang berbeda di sekuel Novel Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 (2014). Berbeda tahun, berbeda pula cerita yang diangkat. Masih tentang perjalana Dilan dan Milea, kisah cinta anak remaja berlatar kota Bandung tahun 1991.

Di novel ini lebih banyak menceritakan tentang lika-liku perjalanan cinta mereka setelah Dilan berhasil meluluhkan hati Milea di tahun 1990. “Kalau dulu aku pernah berkata bahwa aku mencintai dirimu, maka kukira itu adalah sebuah pernyataan ayang sudah cukup lengkap dan berlaku tidak hanya sampai di hari itu, melainkan juga di hari ini dan untuk selama-lamanya. Karena, sekarang aku mungkin bukan aku yang dulu, waktu membawa aku pergi, tetapi perasaan tetap sama, bersifat menjalar, hingga ke depan!” (Milea)

  1. Milea. Suara dari Dilan (2016)

Masih seputar Dilan dan Milea. Penulis Novel Dilan yang punya selera humor tinggi ini melanjutkan sekuel dari Dilan 1990. Namun bedanya kali ini sudut pandang berasal dari Dilan. Pada dua sekuel sebelumnya, sudut pandangnya berasal dari Milea, sehingga seolah Milea sedang menceritakan tentang kisah masa lalunya.

Buku ini juga mengingatkan bahwa pasti akan selalu ada ruang di hati kita untuk seseorang spesial di masa lalu, bukan untuk trus diingat, yang membuat kita tidak bisa move forward, tapi untuk dikenang sesekali, karena merekalah (salah satunya) kita menjadi seperti kita yang seperti sekarang ini. Di buku ini justru terlihat bagaimana karakter Dilan yg sesungguhnya. Dilan adalah orang yang sangat tidak egois, berjiwa besar dan dewasa. Ya dia masih anak SMA ketika semua langkah yang dia ambil, selalu melalui pertimbangan yang matang dan demi kebahagiaan dan ketenangan Milea, dan bagaimana dia selalu menahan emosi dan pikirannya agar terus memberikan energi positif dalam seburuk apapun keadaanya. Dari seri ini pula kita seolah diajak untuk tidak terlalu berekspektasi. Pada akhirnya, jodoh adalah urusan Tuhan.

Anda juga bisa kok menjadi seperti penulis novel Dilan, Pidi Baiq.

Ada banyak cara untuk menggapainya. Caranya, mulailah menulis dari sekarang. Tulislah cerita versi Anda. Ketika naskah Anda telah selesai, Anda bisa menerbitkan ke penerbit buku.


Baca juga : Penulis Online – Cara Supaya Naskah Diterima Penerbit dan Agen Artikel

Comments are closed.