Mengenal Sejarah dan Pentingnya ISBN

Mengenal Sejarah dan Pentingnya ISBN

Pentingnya ISBN mungkin telah disadari oleh para penulis. Tapi bagi pembaca awam mungkin belum begitu paham dengan sebuah barcode yang biasa ditemukan di bagian belakang atau depan buku. Jika Anda pernah melihat kode tersebut nomor itu disebut nomor ISBN, yaitu kependekan dari International Standard Book Number.  Nomor ini juga (harusnya) tercantum dihalaman verso, atau halaman yang memuat data teknis dan identitas buku yang biasanya ada di halaman kedua, setelah halaman judul.

Penomoran Buku Berstandar Nasional

Pentingnya ISBN ini sebagai identitas sebuah buku. Karena zaman yang semakin berkembang dan maju, dibuatlah penomoran buku dengan standar internasional. W. H. Smith, seorang pemilik toko buku terbesar di Inggris pada 1965 adalah pemrakarsanya.

Di tahun itu, W. H. Smith berencana memindahkan toko bukunya ke sebuah gedung baru. Toko bukunya ini akan dilengkapi sistem komputerisasi. Akhirnya W.H. Smith bekerja sama dengan konsultan ahli dan pihak Asosiasi Distribusi Penerbit Inggris untuk membuat sistem Standard Book Numbering atau ISBN.

Sekitar satu tahun berjalan, pada 1966, sistem penomoran berstandar ini diterapkan di Inggris. Kemudian, International Organization of Standardization (ISO) mulai membahas kemungkinan mengadopsi sistem ini untuk pemakaian internasional. Tahun 1970, ISO pun menyetujui sistem ISBN sebagai standar yang dikenal sebagai ISO 2108.

pentingnya isbn

Mengingat pentingnya ISBN, sampai saat ini,ada sekitar 150 negara sudah memakai sistem ini, termasuk Indonesia. Masing-masing negera memiliki badan resmi yang berhak mengeluarkan ISBN. Di Indonesia, badan resmi yang mengatur ISBN adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

10 Jenis Terbitan yang Perlu Pentingnya ISBN :

Karena pentingnya ISBN, maka pengetahuan akan sesuatu terbitan yang dapat diberikan nomor ISBN juga harus diketahui oleh bukan hanya dari kalangan penulis saja namun juga kahlayak umum yang telah menghasilkan sebuah karya yang mungkin salah satu karya terbitan  tersebut dapat diberikan nomor ISBN.

  1. Buku cetak
  2. Peta yang dibukukan
  3. Terbitan Braille
  4. Video, film harus bersifat edukatif
  5. Audiobooks
  6. Terbitan elektronik
  7. Terbitan microform
  8. Media publications yang mengandung unsure teks
  9. Salinan digital yang berasal dari cetakan monograf
  10. Software yang bersifat edukatif

Pentingnya ISBN ini mengarah pada fungsi dari nomer ISBN sendiri.

Beberapa fungsi ISBN sebagai berikut:

Memberikan Identitas Terhadap Satu Judul Buku

Banyaknya buku yang beredar dengan ragam genre, tema, dan pembahasan perlu diidentifikasi agar terdokumentasi dengan baik. Supaya kita dapat mengidentifikasi dengan baik maka diperlukan sistem identifikasi.

Menambah Jumlah Penulis yang Menerbitkan Buku

Bagi penulis yang ingin menerbitkan buku dengan ISBN mereka harus bekerjasama dengan penerbit buku. Sebab ISBN tidak dapat dibuat oleh perseorangan, sehingga seorang penulis harus menerbitkan naskahnya melalui penerbit yang ditunjuk.

Proses tersebut bisa menjadi peluang bagi penerbit untuk mengajak lebih banyak penulis untuk membuat buku. Lima besar jenis buku (genre) yang dapat diajukan ISBN adalah fiksi, penelitian, modul (buku ajar), buku-buku terbitan pemerintahan (grey literature) dan terjemahan.

Membantu Memperlancar Arus Distribusi Buku

Kode numerik pada ISBN juga sebagai alat untuk memperlancar arus distribusi buku. Langkah ini dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku. Penerbit akan lebih mudah dalam memproses pendistribusian buku sehingga tidak akan ada salah buku.

Sarana Promosi

Pencantuman ISBN juga menjadi sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarluaskan baik oleh Badan Nasional ISBN di Jakarta maupun Badan Internasional ISBN yang berkedudukan di Berlin – Jerman.  Dengan begitu secara tidak langsung buku yang Anda tulis disebarluaskan melalui perpusatakana RI. Ini menjadi peluang yang bagus, mengingat perpustakaan merupakan salah satu tempat yang dituju bagi siswa dan mahasiswa.


Baca juga : 4 Alasan Mengapa Buku Anda Harus Ada Pencantuman ISBN

Comments are closed.