4 Alasan Mengapa Buku Anda Harus Ada Pencantuman ISBN

4 Alasan Mengapa Buku Anda Harus Ada Pencantuman ISBN

Pencantuman ISBN – Saat proses membuat buku, nomer ISBN menjadi hal yang penting untuk diurus. Mengapa penting mengurus ISBN? Sebab ISBN menjadi salah satu penilaian apakah buku kita berkualitas atau tidak. Selain menjadi penilaian atas buku yang kita tulis, ISBN sebenarnya memiliki fungsi yang lebih penting yakni sebagai penanda sebuah buku. Supaya Anda lebih paham akan manfaat dari ISBN, berikut ini empat alasan mengapa Anda harus mengurus ISBN ketika menerbitkan buku.

1. Sebagai Kode Khusus Buku

Mengingat ada banyak buku yang sudah terbit di Indonesia, dengan beragam genre, tema, dan pembahasan, maka dibutuhkan sistem indentifikasi supaya pembaca dapat mencari buku sesuai kebutuhan. Nah ISBN ini adalah salah satu alat untuk mengindentifikasi buku.

Secara khusus ISBN menjadi kode khusus untuk mengidentifikasi setiap buku yang terbit. Penggunaannya pun tidak boleh sembarangan sebab ISBN ini diatur oleh kantor pusat ISBN di Berlin, Jerman. ISBN dapat dibuat melalui permohonan dari lembaga-lembaga yang ditunjuk untuk mengurus ISBN di setiap negara. Oleh karena itu, dalam proses penerbitan, setiap penerbit yang hendak memohon nomor ISBN untuk setiap buku mereka, diharuskan membuat permohonan ISBN melalui Perpustakaan Nasional sebagai lembaga yang ditunjuk.

Namun sebenarnya penting atau tidaknya sebuah ISBN bergantung pada masing-masing penulis. Ada penulis yang berpikir bahwa bukunya harus ada ISBN nya, namun ada pula penulis yang tidak terlalu peduli dengan ISBN.

2. Menambah Jumlah Penulis

Bagi penulis yang ingin menerbitkan  buku dengan ISBN, mereka harus bekerjasama dengan penerbit buku. Ya, ISBN tidak bisa dengan mudah didapatkan dan dibuat oleh perseorangan. Maka penulis yang ingin menerbitkan buku dengan ISBN, ia harus bekerjasama dengan penerbit. Nah penerbit akan bertugas mengurus permasalahan ISBN  kepada Perpustakaan Nasional. Ada beberapa prosedur yang harus ditempuh untuk menerbitkan ISBN dan hal ini tentu saja gratis. Hanya saja, tidak sembarang orang dapat membuat ISBN dan penerbitan ISBN ini juga tidak boleh disalahgunakan.

pencantuman isbn pada buku

Proses tersebut bisa menjadi peluang bagi penerbit untuk mengajak lebih banyak penulis untuk membuat buku. Lima besar jenis buku (genre) yang dapat diajukan ISBN adalah fiksi, penelitian, modul (buku ajar), buku-buku terbitan pemerintahan (grey literature) dan terjemahan.

3. Membantu Memperlancar Arus Distribusi

Adanya ISBN ini juga mempermudah dalam arus distribusi buku. Hal tersebut akan mencegah adanya kekeliuran dalam pemesanan buku. Dengan adanya ISBN, penulis maupun penerbit bisa dengan mudah memproses pendistribusian buku dan tidak khawatir terjadi kekeliruan dengan buku lain. Sebab dalam ISBN terdiri dari 10 digit angka yang terbagi atas 4 bagian yakni:

  1. Pengenal kelompok (group identifier)
  2. Pengenal penerbit (publisher prefix)
  3. Pengenal judul (Title identifier)
  4. Angka pemeriksaan (check digit)
  5. LAN Barcode untuk produk terbitan
  6. Angka pemeriksaan setelah penggabungan dengan LAN Barcode

Nah setiap buku memiliki kode dan nomer yang berbeda sehingga dapat mencegah kekeliuran dalam distribusi sebuah buku.

Sarana Promosi

Menerbitkan buku dengan ISBN juga menjadi sarana promosi yang tepat bagi calon pembaca Anda. Seperti yang disebutkan di atas bahwa image buku yang memiliki ISBN akan dipandang lebih “prestigious” dibandingkan dengan yang tidak memiliki ISBN.

Selain itu, pencantuman ISBN akan disebarluaskan baik oleh Badan Nasional ISBN di Jakarta maupun Badan Internasional ISBN yang berkedudukan di Berlin – Jerman.

Dengan pencantuman ISBN, secara tidak langsung buku yang Anda tulis disebarluaskan melalui perpusatakaan RI. Ini menjadi peluang yang bagus, mengingat perpustakaan merupakan salah satu tempat yang dituju bagi siswa dan mahasiswa. Dengan begitu, buku Anda akan lebih banyak dilihat orang dan berpeluang untuk dicari oleh lebih banyak orang.

Demikian 4 alasan penting mengapa Anda perlu mencantumkan ISBN saat menerbitkan buku. Semoga ulasan ini bermanfaat.


Comments are closed.