Membuat Buku Bersama Asisten Dosen, Mengapa Tidak?

  • Whatsapp
menulis buku bersama asisten dosen

Membuat buku bersama asisten dosen, apakah bisa? Jawabannya tentu bisa. Bahkan di beberapa universitas sudah menerapkan hal ini. Sebagai kalangan akademisi, pastinya akan menjadi sebuah karya dan pencapaian luar biasa ketika Anda dapat membuat buku bersama asisten dosen. Asisten dosen di sini tentunya adalah seorang mahasiswa alias anak didik Anda sendiri. 

Lantas apa saja yang harus dipersiapkan untuk memulai membuat buku bersama asisten dosen? Terutama bagaimana menemukan sebuah ide untuk menulis buku. Yang mana ide ini sebenarnya tersebar dimana-mana. Untuk itu, supaya saat membuat buku bersama asisten dosen, ide tidak kemana-mana maka dibutuhkan suatu pratulis supaya Anda dan asisten dosen dapat menemukan topik yang sesuai. 

Berikut beberapa bentuk pratulis yang bertujuan untuk membantu Anda membawa ide-ide dan minat di bawah kesadaran Anda menjadi sesuatu yang kita sadari (penolong jika kita hendak mengisi kertas kosong saat kita diminta untuk “menulis tentang sesuatu yang menarik minat kita”):

  • tulisan bebas,
  • mencari ide,
  • pengelompokan/pemetaan, dan
  • memelihara jurnal pribadi.

Bentuk-bentuk lain dari pratulis yang ditujukan untuk membantu Anda membangkitkan dan juga memfokuskan diri mengenai suatu subjek yang telah Anda pilih, adalah:

  • menanyakan sesuatu tentang suatu subjek, dan 
  • membuat daftar.

Bentuk pratulis lain juga ditujukan untuk membantu Anda menghasilkan ide Anda saat membuat buku bersama asisten dosen:

  • meresponi sebuah teks,
  • memelihara jurnal harian, dan
  • meresponi sebuah tugas tertentu.

Tahapan Membuat Buku Bersama Asisten Dosen

Lantas, bagaimana tahapan supaya membuat buku bersama asisten dosen tidak miss komunikasi, berikut ini ulasannya: 

1. Menentukan Tema

Sebenarnya, tema tulisan bisa berasal dari mana saja. Bisa dari hal-hal yang kita senangi, hal-hal yang sedang kita pelajari, hal-hal yang kita kuasai, atau hal-hal yang kita amati sehari-hari.

Tema tulisan juga bisa datang dari eksternal. Misal tulisan yang bersifat pesanan atau permintaan orang lain, tema/topik yang menyangkut fenomena atau peristiwa tertentu seperti peringatan hari raya atau hari besar, atau tema yang sudah ditetapkan oleh pihak kampus jika kita mengikuti tugas atau tulisan terundang (invited paper). Pada dasarnya, tema tulisan bisa beragam dan bisa berasal dari mana saja.

2. Mencari Ide atau Brainstorming

Mencari ide atau brainstorming, adalah teknik sebelum menulis yang dirancang untuk membawa ide-ide di bawah sadar menjadi ide-ide yang kita sadari. Karena Anda akan berkolaborasi dengan asisten dosen Anda, maka brainstorming ini sangat penting supaya antara Anda dan mahasiswa tidak miskom dalam menulis. Jangan sampai Anda menulis bab yang sama dengan mahasiswa. 

Cara ini adalah cara yang bagus ketika Anda sudah mengetahui subjek umum yang Anda minati, namun belum mengetahui aspek apa dalam subjek itu yang akan dititikberatkan oleh Anda. Brainstorming adalah teknik yang dilakukan secara sadar di mana Anda secara cepat merekam semua ide yang berhubungan dengan subjek utama tersebut. Semua ide sama-sama dapat diterima; tujuan dari brainstorming adalah untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin ide yang berhubungan dengan subjek itu.

3. Pengelompokkan atau Pemetaan

Pengelompokkan atau Pemetaan dapat membantu Anda menyadari ragam cara untuk memikirkan suatu subjek sebagai bahan membuat buku bersama asisten dosen. Untuk melakukan pengklasifikasian atau “pemetaan pikiran”, tuliskanlah subjek utama Anda di tengah sebuah kertas kosong. Lalu, tuliskanlah secara cepat ide-ide yang berhubungan dengan subjek tersebut di seluruh ruang kosong lembaran kertas Anda. 

Apabila satu ide mengembangkan ide yang lain, hubungkan mereka dengan garis penghubung dan lingkaran untuk membentuk kelompok-kelompok ide. Tujuan utama dari cara ini adalah untuk menggunakan garis dan lingkaran untuk menunjukkan secara visual bagaimana ide-ide Anda dapat saling berkaitan dan juga berkaitan dengan subjek utama.

Cara ini juga dapat membuat Anda melihat sekilas aspek-aspek subjek mana yang dapat Anda tulis lebih banyak, sehingga hal ini dapat membantu Anda untuk memutuskan bagaimana memfokuskan sebuah subjek yang luas menjadi tulisan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *