Benarkah Semakin Memperburuk Kesadaran Berliterasi di Indonesia?

Benarkah Semakin Memperburuk Kesadaran Berliterasi di Indonesia?

Benarkah Semakin Memperburuk Kesadaran Berliterasi di Indonesia? – Padahal kita tahu bahwa tingkat literasi di Indonesia sangat rendah. Harusnya kita bersama-sama menggandengkan tangan untuk memajukan literasi. Caranya pun sederhana, membeli buku asli. Mungkin satu buku jika kita beli tidak sampai 100 ribu.

Meskipun jumlah itu tedak murah dan tidak mahal, paling tidak kita sudah mendukung pejuang literasi. Dimana pejuang literasi tidak selalu seorang aktivis literasi saja, tetapi penulis, penerbit, karyawan penerbitan buku pun menurut saya, mereka pejuang literasi. 

Lalu bagaimana jika tawaran buku bajakan atau ebook bajakan sangat mudah diakses? Dan itu pasti menggiurkan. Setidaknya ketika buku dibajak sampai ke tangan kamu, jika itu berupa link, kita bisa tidak mengunjungi link tersebut atau mendownload secara gratis. Ya, terlepas itu semua, semua kembali ke masing-masing personil. Setiap orang memang memiliki haknya sendiri-sendiri. 

Ketika buku dibajak, apakah hanya memilih penulis-penulis pemula saja? Jawabannya pun bervariasi. Ketika buku dibajak tidak pandang bulu. Siapapun, entah itu penulis pemula ataupun penulis beken sekalipun bisa saja dibajak bukunya. Apalagi buku best seller, pasti peluang untuk dibajak pun juga besar. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *