Enam Manfaat Membaca Judul Buku Fiksi yang Wajib Anda Tahu

Enam Manfaat Membaca Judul Buku Fiksi yang Wajib Anda Tahu

Judul buku fiksi yang paling Anda sukai apa sih? Mungkin itu buku fiksi dari dalam negeri? atau buku dari luar? Memang setiap orang memiliki seleranya masing-masing ketika membaca buku. Bahkan, genre buku fiksi pun tiap orang berbeda-beda. Nah, kembali mengulas selera membaca buku fiksi, ternyata tidak semua orang setujua membaca buku fiksi itu bermanfaat.

Ternyata, banyak juga orang atau bahkan mungkin orang-orang dilingkungan kita yang menganggap membaca buku fiksi itu tidak ada manfaatnya. Daripada membaca buku fiksi, lebih baik membaca buku nonfiksi. Lantas, apakah demikian benar begitu? Tentunya tidak selalu begitu. Kita menyadari betul bahwa masyarakat di Indonesia memiliki stereotip yang tinggi dalam melakukan penilaian. Termasuk dalam menilai tentang buku.

Jika Anda mengamati diri ANda yang suka membaca dan suka judul buku fiksi, mungkin Anda memiliki manfaatnya. Meskipun manfaat tersebut tidaklah menonjol, tetapi Anda setidaknya merasakan. Apa saja? berikut beberapa manfaat yang akan Anda rasakan ketika membaca buku fiksi.

Membangun Rasa Empati

Ketika membaca judul buku fiksi, secara tidak langsung dan tanpa Anda sadari, Anda terlatih rasa empati. Pembaca yang suka membaca buku fiksi memang lebih sensitif dibandingkan pembaca buku yang sifatnya nonfiksi.

Mengambil kalimat dari Aristoteles. Ketika kita melihat sebuah tragedi, katannya akan memunculkan dua bentuk emosi. Yaitu emosi kasihan terhadap korban dan emosi rasa takut terhadap diri sendiri, karena membayangkan yang terjadi tragedi tersebut. Begitupun ketika kita membaca judul buku fiksi, kita juga akan mengeluarkan dua emosi tersebut.

Dari dua emosi yang dominan keluar adalah emosi rasa kasihan, maka ketika kita membaca sampai akhir, mental dan otak kita terlatih untuk berempati, yang nantinya akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan hasil penelitian dari Waashington Universitiy di ST. Louis juga menunjukan bahwa seseorang yang membayangkan cerita yang dibacannya, mampu membantu mengaktifkan syarat otak, sehingga bisa lebih memahami orang lain, sekaligus membantu otak untuk melihat perspekstif yang baru. Setidaknya, ketika membaca sebuah tulisan, otak kita memiliki kecenderungan lebih sentisitif ketika distumulus dengan dengan hal-hal yang mereka senangi.

Mengurangi Rasa Stress

Ternyata ketika Anda membaca judul buku fiksi membantu mengurangi rasa stress. Jadi ketika seharian padat dengan aktivitas kantor dan penat dengan segala permasalahan yang muncul, maka otak dan psikologis kita perlu direhatkan. Tentu saja setiap orang perlu rehat dan hiburan yang bervariasi. Salah satunya, ada tipe orang yang lebih senang merehatkan otak dan fisik dengan cara membaca judul buku fiksi.

Ketika membaca judul buku fiksi, ternyata mampu melepaskan permasalahan yang bersinggah di dalam otak kita. Nah, mungkin ada yang suka merilekskan dengan cara mendengarkan musik atau jalan-jalan. dan ternyata membaca judul buku fiksi menurut dari hasil penelitian University Of Sussex juga efektif mengurangi rasa stress loh. Dari hasil penelitian, ketika membaca buku fiksi, kemudian mereka berhenti sejenak, jantung akan berdetak lebih lambat dan ketegangan otot berkurang mencapai 68%.

Mengatur Jam Istirahat

Bagi Anda yang memiliki insomnia, dengan cara membaca judul fiksi dapat menjadi solusi nih. Kenapa? Karena membaca buku fiksi dapat mengatur jam istirahat Anda sekaligus membangun pola tidur agar lebih teratur. Jadi, membiasakan diri membaca sebagai ritual terakhir sebelum tidur. Setidaknya ketika membaca, otak kita bisa melepaskan pikiran dari tugas-tugas dan keruwetan otak yang mengelisahkan. Setidaknya ketika Anda membaca, Anda pun akan merasakan rasa lelah dan rasa kantuk. Sehingga Anda pun lebih mudah tidur. Dan inilah yang bisa Anda coba.

Meningkatkan Hubungan Interpersonal

Pernah mendengar nama Keith Oatley? Ia adalah seorang profesor Psikologi kongitif di Universitas Toronto. Ia menyampaikan bahwa membaca judul buku fiksi juga salah satu upaya meningkatkan hubungan interpersonal. Setidaknya, ketika kita membaca, kita akan dihadapkan pada fase dimana otak  kita akan berjalan dan bekerja secara maksimal. Seolah apa yang kita baca bisa menjadi hidup didalam pemikiran kita. Jadi, semacam ada simulasi realitas yang hidup di dalam otak kita. Disinilah, otak kita secara tidak langsung belajar dari apa yang kita baca.

cerita fiksi

Otak kita akan belajar terhadap bacaan dengan cara melihat sebab akibat. Sehingga secara tidak langsung pun kita juga belajar dari bacaan yang dibaca. Sering juga, dari membaca, kita pun justru menemukan solusi dan jawaban sendiri yang dianggap rumit. Dikatakan dapat meningkatkan hubungan interpersonal karena dari membaca, kita pun juga akan memahami kompleksitas kehidupan sosial kita.

Pendapat lain juga disampaikan dari Eileen Gun, seorang penulis buku Science Fiction. Menurutnya, membaca judul buku fiksi ilmiah khususnya, juga dapat membantu pembaca lebih terbuka ketika menghadapi banyak perubahan. Jadi, ketika kita menemukan perubahan di dalam ujian hidup kita, kita pun lebih siap menghadapinya dan lebih mudah menerima dengan ikhlas.

Meningkatkan Perbendaharaan Bahasa

Siapa yang menyangka jika membaca judul buku fiksi akan meningkatkan perbendaharaaan bahasa. Jadi tidak hanya ketika membaca buku populer atau ilmiah. Tetapi ketika kita membaca buku fiksi pun juga meningkatkan kemampuan bahasa kita. Bagi pecinta pembaca buku, setiap kali membaca, kita akan menemukan banyak sekali istilah dan kata baru, yang tanpa sadar akan terekam, dan menjadi bagian dari diri kita. Sehingga, ketika kita berbicara, bahasa yang kita gunakan pun lebih luwes dan lebih tepat sasaran.

Manfaat memiliki perbendaharaan kata dalam berkomunikasi memudahkan lawan lebih memahami pesan yang kita sampaikan. pendengar pun juga tidak merasa bosan, karena pengulangan kata-kata kita yang begitu-begitu saja. Ada sebuah penelitian yang menunjukan bahwa kemampuan otak yang suka membaca dengan orang yang tidak pernah membaca, hasilnya otak orang yang membaca lebih aktif dan atraktif dalam hal perbendaharaan bahasa. Dibagian korteks temporal kiri, yang menunjukan bahwa pemahaman bahasa lebih unggul. Dalam penguasaan kosakata pun juga menunjukan bahwa orang yang suka baca judul buku fiksi lebih banyak.

Menumbuhkan Kreativitas

manfaat membaca judul buku fiksi secara tidak langsung menumbuhkan kreativitas tiada batas. Bagimana bisa, membaca judul buku fiksi bisa kreatif? Ternyata, pembaca buku fiksi dengan buku nonfiksi justru lebih berpeluang membangkitkan kreativitas orang yang membaca buku fiksi.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Creativity Research Journal membenarkannya. Dari hasil penelitiannya, orang yang membaca fiksi memiliki emosional yang lebih stabil. Justru ditemukan bahwa orang tersebut memiliki kemampuan untuk menggali kreativitas dan inovasi orang tersebut tanpa batas.

Sebenarnya alasannya pun juga sederhana. Orang yang membaca karya fiksi lebih bebas melakukan eksplorasi terhadap imajinasi dan kreativitas.  Kemampuan daya imajinasi dan kreativitas yang tanpa batas inilah yang mendorong mereka untuk bebas mengeksplorasi segala kemungkinan dan mampu menerjang sekat dan batas. Sehingga mendorong mereka lebih berfikiran out of the box, dan tidak berfikir seperti pada umumnya orang.

Itulah beberapa manfaat membaca judul buku fiksi yang dianggap dipandang sebelah. Jadi, membaca fiksi sekalipun tetap memberikan manfaat. Tidak hanya buku nonfiksi saja yang memberikan manfaat. Nah, dari paparan kali ini, apakah Anda ingin berpindah genre bacaan selan fiksi? Atau tetap setiap membaca buku-buku fiksi.

Memang semua kembali ke masing-masing orang. Pada intinya, baik itu judul buku fiksi ataupun nonfiksi kesemuanya akan memberikan manfaat. Nah, setidaknya dengna pemaparan tersebut Anda pun menjadi lebih memahami dan mengetahui kedudukan manfaatnya. Semoga bermanfaat.

Baca juga :

Comments are closed.