Cara Resensi Buku Novel Tepat dan Mudah

Cara Resensi Buku Novel Tepat dan Mudah

Novel merupakan salah satu buku populer yang banyak diminati pembaca. Dari banyak halaman yang dimiliki novel, seringkali kita bingung bagaimana memilih novel yang ingin dibaca. Maka dari itu kerap kita menemukan resensi buku novel untuk membantu memudahkan mengenali cerita. Resensi buku novel juga berfungsi sebagai ulasan suatu buku. Kata resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu recensere yang artinya “melihat kembali”, “menimbang”, atau “menilai”.

Ada cara resensi buku novel yang tepat. Karena tujuannya adalah mengenalkan atau mengulas novel, maka resensi buku novel harus benar dan tepat sasaran. Cara membuat resensi buku novel memang tidak mudah. Hal-hal yang berkaitan dengan isi dideskripsikan berdasarkan pandangan umum. Nah disini anda memberikan tema buku, misalnya resensi novel, baik resensi novel fiksi, resensi novel terjemahan, atau resensi novel buku non fiksi atau karya sastra lainnya apakah merupakan genre romantis, cinta, kasih saying, kejahatan, horror, detektif dll. Data yang harus ada dalam resensi  buku novel biasanya disusun sebagai berikut.

  1. Judul buku
  2. Pengarang
  3. Penerbit
  4. Tahun terbit beserta cetakannya
  5. Tebal buku
  6. Harga buku
  7. Pembukaan Resensi (lead)
  8. Isi Resensi Buku
  9. Penilian Kelebihan dan Kekurangan Buku
  10. Penutup Resensi Buku

Urutan cara resensi buku novel yang tepat adalah:

  1. Mengenali semua aspek buku yang diresensi mulai dari tema, deskripsi isi buku, hingga jenis buku tersebut.
  2. Membaca buku yang akan diresensi secara komprehensif, cermat, dan teliti.
  3. Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutip untuk dijadikan data.
  4. Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.
  5. Menilai kualitas buku yang diresensi.

Lalu, bagaimana cara meresensi buku yang baik dan benar? Berikut ini adalah langkah langkah meresensi buku cara meresensi buku dengan mudah dan penjelasan sederhana:

Menetukan buku untuk diresensi

Cara resensi buku novel yang pertama adalah menentukan buku yang dipilih. Maksudnya adalah, Anda dapat memilih dan menentukan novel yang ingin diresensi. Misalnya saja di perpustakaan sekolah, buku yang sudah berbentuk e-book dari internet, atau bisa juga meminjam dari teman sekolah. Kembali lagi ini bergantung pada tujuan Anda resensi novel. Apakah untuk tugas, isi blog, atau pekerjaan.

Baca buku yang akan kalian resensi

Cara resensi buku novel pada tahap ini kalian bisa membaca semua atau dengan teknik membaca cepat, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu untuk membacanya. Pokoknya kamu bisa mengambil inti sari dari buku tersebut. Pada tahap ini Anda harus paham betul apa saja poin-poin penting yang terdapat di dalam novel. Jangan sampai, saat meresenis buku novel Anda justru melewatkan poin-poin penting tersebut.

Menuliskan Identitas Buku

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, cara resensi buku novel selanjutnya yakni Anda harus menulis identitas buku itu, jadi pembaca resensi buku itu bisa dengan jelas mengetahui, siapa pengarah, kapan terbit, siapa penerbit, berapa halamannya, dll. Jangan sampai Anda terlupa menuliskan bagian ini.

Menulis Biografi Penulis

Apabila buku yang diresensi adalah buku lokal, Anda cukup menuliskan pengarang dari karya tersebut. Namun, jika buku tersebut merupakan terjemahan, selain menuliskan nama pengarang, cantumkan pula nama penerjemah buku. Jangan terlalu lengkap atau terlalu panjang, karena hanya untuk menjelaskan singkat siapa penulis buku itu.

Menuliskan Latar Belakang Buku

Pada bagian resensi, tulislah pula latar belakang buku. Hal ini akan membantu pembaca untuk memahami isi buku. Tulislah dengan singkat dan padat, misalnya kenapa buku itu ditulis, buku ini karya ke berapa. Yang jelas buatlah tuliskan dengan mudah dimengerti orang lain sehingga mereka tidak jenuh untuk membacanya.

Menuliskan Isi Buku

Setelah bagian latar belakang, Anda bisa mulai meuliskan isi buku. Pada poin ini adalah menguji kemampuan membaca Anda. Di sini intinya adalah bagaimana Anda bisa menjelaskan kepada pembaca bahwa isi buku ini seperti ini loh, dan dengan Bahasa sederhana saja. Ingat! Gunakan bahasa resmi jangan menggunakan bahasa gaul.

Menuliskan Kelebihan dan Kekurangan

Dalam resensi buku novel, jelaskan kelebihan yang logis dan kekurangannya. Intinya jangan berlebihan dalam menjelaskan. Pada bagian ini sih intinya, Anda berhak mengkritik penulis bukunya, dengan harapan penulis bukunya bisa memperbaikinya pada karya berikutnya, jadi tidak mengulang kesalahan lagi.

Menuliskan Kesimpulan

Pada tahap ini Anda harus yakin sudah dapat menyimpulkan isi buku. Tuliskan apa yang Anda pahami dan jelaskan dengan singkat, kemudian berikan saran kepada orang yang belum membaca buku tersebut supaya mereka harus apa untuk dan ruginya membaca buku itu. Setelah itu Anda perlu juga menuliskan kualitas sebuah buku yang diresensikan. Untuk menilai buku tersebut tidaklah asal-asalan. Berikut ini ialah sejumlah hal yang menjadi indikator penilaian.

resensi buku non fiksi

Organisasi atau kerangka penulisan. Dalam hal ini, kita harus memerhatikan bagaimana sistematika buku tersebut, seperti penyusunan bab dan subbabnya.

Contoh: Buku ini mempunyai sistematika yang baik karena setiap bab disusun secara terstruktur sehingga pembaca lebih mudah mengikuti alur pemikiran dari penulisnya.

Isi pernyataan. Dalam hal ini, kita menilai bobot ide, analisis, penyajian data, dan kreativitas penulisnya dalam menulis buku tersebut.

Contoh: Penulis buku ini mampu menampilkan ide-ide yang unik karena bukunya lebih banyak menonjolkan aspek kearifan lokal.

Dalam hal ini, kita mengkritisi bagaimana pemakaian ejaan, penulisan kata, dan penyusunan kalimat di buku tersebut.

Contoh: Buku ini tidak cocok dibaca oleh kalangan remaja karena di dalamnya terdapat banyak istilah-istilah akademik yang hanya bisa dipahami oleh kalangan mahasiswa atau dosen.

Aspek teknis. Dalam hal ini, kita mencermati bagaimana tata letak buku.

Contoh: Dari tata letaknya kita dapat mencermati bahwa buku ini disusun dengan cermat karena dipenuhi oleh ilustrasi yang mendukung penjelasan penulisnya. Sebelum menilai, alangkah baiknya jika terlebih dahulu kita membuat semacam garis besar (outline) resensi itu. Outline membantu kita ketika menulis, mengoreksi, dan merevisi hasil resensi.

Contoh Resensi Buku Novel

Kami (Bukan) Sarjana Kertas

“Prestasi Tidak Selalu Identik Dengan Ijazah”

 

Judul : Kami (Bukan) Sarjana Kertas

Penulis : J. S. Khairen

Penerbit : Bukune

Jumlah Halaman : 372 halaman

Tanggal Terbit : Februari 2019

 

Di kampus UDEL, terjebaklah tujuh mahasiswa yang hidup segan, kuliah tak mau. Mereka terpaksa kuliah di kampus pinggiran yang kalau dicari via google aja nggak akan ketemu. Alasan ke tujuh mahasiswa ini masuk UDEL bermacam-macam. Ada yang otaknya tak mampu masuk negeri, ada yang orangtuanya tak cukup masuk swasta unggul, ada pula yang karena biaya kuliahnya saja.

Lucunya, hari pertama kuliah, Ibu Lira Estrini, dosen konseling yang masih muda sempat menggemparkan kelas dengan sebuah kejadi gila dan tak masuk akal. Terutama untuk Ogi, Randi, dan Arko. Namun cerita tidak berhenti di ketiga mahasiswa itu. Gala yang merupakan anak konglomerat pun juga punya cerita sendiri. Hingga Sania dan Juwisa yang punya kisah perjuangan masing-masing.

Membaca buku ini kita diajak untuk menjelajahi tentang impian, persahabatan, perjuangan, usaha, kegagalan, keberhasilan, peluang, solidaritas, keputusasaan, proses, bisnis, dan masih banyak lagi. Isinya dikemas ringan namun memuat kritik praktik pendidikan di Indonesia yang dikemas secara gurih dan menarik.

Secara garis besar buku ini wajib dibaca pelajar SMA, mahasiswa, para orangtua, karyawan, petinggi perusahaan, para pengambil kebijakan di institusi pendidikan, anak start-up, anak muda berkarya, pengemudi ojek online, abang ondel-ondel, hingga Presiden Korea Utara agar kita dapat memutuskan seberapa penting sebenarnya nilai sebuah ijazah.

Penulis, J.S Khairen, menceritakan masing-masing tokoh dengan cukup proporsional, sehingga asik untuk dibaca. Setiap Karakter di buku ini sukses membuat para pembaca pasti sulit meletakkan buku ini di Rak buku. Berbeda dengan novel romance yg tokoh utama cuma sepasang dg satu klimaks dan selesai. Selain itu, dalam buku ini didukung pula cerita tentang perdosenan dan perkampusan yg cukup menarik. Banyak nilai yg bisa diambil dari sini. Bahwa kita tidak pernah tau jalan apa yang akan ada di depan kita, perlunya menghidupkan mimpi agar tak hanya menjadi bunga tidur. Perlunya memaksimalkan peran kita, dimanapun dan apapun. Ketika kita menjadi orang tua, bagaimana kita harus mendampingi anak-anak kita mengarungi hidupnya.

Baca juga :

Comments are closed.