Cara Menulis Paragraf Deskripsi yang Baik dan Benar

  • Whatsapp
menulis-paragraf-deskripsi

Pasti Anda sering mendengar paragraf deskripsi bukan? Atau mungkin kini sedang mencari tahu langkah langkah menulis paragraf deskripsi itu seperti apa dan bagaimana? Pada dasarnya paragraph deskripsi adalah komunikasi tertulis yang menjabarkan pesan secara mendalam dan selengkap-lengkapnya.

Penulisan paragraf deskripsi ditulis dengan cara mendeskripsikan dengan baik. Sehingga pesan tertulis tersebut bisa dirasakan, dilihat, dicium dan di dengar. Adapun tujuan dari penulisan paragraf deskripsi, yaitu agar pembaca bisa menghayati pesan yang dituliskan penulis.

6 Langkah Menulis Paragraf Deskripsi

Nah, langkah langkah menulis paragraf deskripsi seperti ini nyatanya dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan menulis loh.

Sebelum masuk ke langkah langkah menulis paragraf deskripsi, kamupun wajib tahu karakteristik dari paragraf satu ini. Setidaknya ada empat karakteristik,

yaitu pesan harus memiliki wujud yang dapat ditemukan oleh objek dalam paragraf, selain itu tulisan harus rinci dan ditulis secara runtut agar pembaca tidak pusing.

Adapun karakteristik lainnya, yaitu pendeskripsian objek ditulis secara menyeluruh dan menggunakan pesan yang mengesankan.

Adapun syarat menulis paragraf deskripsi yang harus termuat, yaitu harus memenuhi unsur kesatuan, koherensi dan pengembangan.

Buat kamu yang bingung memulainya dari mana, berikut langkah langkah menulis paragraf teks deskripsi.

1. Menentukan Tema

Segala proses tulis menulis wajib hukumnya menentukan tema. Karena tanpa hadirnya tema, maka sebuah pesan atau ide tidak bisa diwujudkan dalam sebuah karya tulis, salah satunya bisa berbentuk paragraf deskripsi. Menentukan tema dalam paragraf deskripsi sebagai ritual wajib yang harus dipenuhi.

Tema juga dapat disebut sebagai gagasan pokok yang harus disimpan. Disimpan dalam hal ini ide dasar bisa dituliskan secara bertahap dan jelas, agar pembaca paham dan mengerti maksud tujuan menulis.

Contohnya, Anda punya pengalaman hidup dan Anda memiliki satu gagasan yang menarik.

Nah, di situ Anda tidak langsung serta merta menuliskan kesimpulan argument Anda. Melainkan Anda juga menuliskan alasan, pengalaman, dan perspektif Anda sebelum memberikan kesimpulan.

Dimana alasan, pengalaman dan perspektif yang Anda paparkan itulah yang sebenarnya memberikan toleransi dan memberikan pemahaman pembaca tentang sudut pandang Anda.

Dengan kata lain, ada alasan yang jelas kenapa kesimpulan Anda demikian.

2. Menentukan Tujuan Penulisan

tema inilah bahan utama yang akan kita deskripsikan dalam sebuah tulisan. Mungkin ada diantara Anda yang menanyakan, seberapa penting sih kehadiran tema?

Tema dapat dianalogikan sebagai tujuan. Berbicara tentang tujuan, dia adalah kekuatan dan pondasi.

Logika sederhana, tanpa tujuan (tema) sulit rasanya kita akan melangkah dan memulai berjalan. Tidak hanya itu saja, kita juga akan kebingungan dalam melangkah. Kesulitan berdiri karena tidak memiliki prinsip dalam menjalani kehidupan ini. Tanpa tujuan (tema) seperti orang kehilangan ingatan, yang linglung bingung tidak tahu kemana akan berhenti jalan. Jalannya pun abstrak, ke kanan, ke kiri, ke utara dan ke barat.

Setidaknya ketika memiliki tema, akan memudahkan kita dalam menuliskan. Jadi apa yang akan kita bahas sudah terfokus.

Segala sesuatu yang sudah focus, ada ruang lingkup dan batasannya. Sehingga memudahkan kita dalam memenuhi langkah langkah menulis paragraf deskripsi dengan lancar.

Tapi tunggu dulu, banyak orang yang ragu dalam menentukan tema tujuan. Sehingga akan mempengaruhi tujuan dari menulis paragraf deskripsi itu sendiri.

keragu-raguan salah satu celah yang paling banyak ditemukan. Dimana keragu-raguan penyumbang terbesar kegagalan menulis paragraf deskripsi. Sehingga penulis mengalami keambiguan dan bingung ingin memulai dari mana.

Nah, adapun tips menghilangkan keraguan ini dengan membuat rumusan tujuan penulisan. Rumusan tujuan inilah yang nantinya dapat digunakan sebagai titik tolak dari seluruh kegiatan menulis. Tentu saja rumusan ini akan mengarahkan dan membantu menjaga fokus agar tidak melebar kemana-mana.

3. Mengumpulkan Bahan

Langkah langkah menulis paragraf deskripsi yang selanjutnya adalah mengumpulkan bahan. Sebenarnya tidak hanya berlaku dalam penulisan paragraf deskripsi saja, tetapi juga bentuk paragraf yang lain. Mengumpulkan bahan dibutuhkan kajian literasi, penelitian di lapangan dan masih banyak cara lainnya.

Tentu saja saat mengumpulkan bahan juga tetap memberikan batasan tema. Agar fokus pengumpulan bahan tidak melebar kemana-mana. Di sini tetap penting menekankan focus, agar tidak menyita tenaga Anda. Jadi saat mengumpulkan bahan, pastikan poin-poin penting bisa dicatat atau ditandai di lembar kerja. Sebelum dibuat paragraf deskriptif.

4. Membuat Kerangka Tulisan

Langkah langkah menulis paragraf deskripsi adalah membuat kerangka tulisan. Ini sangat cocok dan wajib dilakukan buat Anda yang sering mengalami distraksi dalam menulis. Atau buat Anda yang sering mengalami kebingungan dan mandek ide di tengah jalan, maka menulis kerangka tulisan itu wajib.

Penulisan kerangka tulisan tidak sembarangan hadir. Fungsi dari kerangka tulisan sebagai rel kereta. Jadi ketika Anda sedang tidak fokus, atau dalam penulisan Anda terlalu melenceng, maka kerangka tulisanlah yang akan mengingatkan batasan Anda.

Kasus lain, kerangka tulisan juga sangat membantu ketika kehilangan arah atau pembahasan tulisan.
Saat bingung dan tidak tahu harus menulis darimana, maka kerangka tulisan sebagai pengingat apa saja yang harus kita tulis di dalam paragraf deskripsi.

Dengan kata lain, penulisan paragraf deskripsi sebagai pengiring agar terstruktur dalam menyampaikan gagasan. Kerangka karangan juga dapat disebut juga sebagai rencana kerja yang menjaga kewarasan berlogika, dan menulis sesuai dengan ide pokok awal yang ingin dituliskan.

5. Mengembangkan Kerangka Karangan

Langkah langkah menulis paragraf deskripsi selanjutnya adalah mengembangkan kerangka karangan. Di tahap inilah barulah Anda bisa mendeskripsikan gagasan, ide, dan kajian Anda. Dengan kata lain, di lembar inilah Anda bebas mengeksplorasi penemuan, pesan, ide Anda segamblang-gamblangnya.

Jangan anggap di bab ini sulit. Sebenarnya tidak sulit, Anda hanya mengembangkan hasil gagasan dan ide Anda sesuai karakter dan gaya Anda. Jadi buat kamu yang kesulitan menuliskannya, maka jangan pikirkan atau jangan berpacu pada kajian literasi atau buku yang And abaca. Tetapi berfokuskan pada gaya penulisan sesuai diri Anda.

Jika masih terasa sulit bagaimana mengembangkannya, kamu cukup tulis apa apa saja yang kamu temukan di lapangan. Bagi yang benar-benar kesulitan menuliskannya, hal terpenting adalah tuliskan sejadi-jadinya. Abaikan tata bahasa, EYD dan semacamnya. Yang penting tuliskan gagasan dan ide ada. Barulah setelah ide dan pesan sudah tertuliskan semua, masuk di tahap editing atau refleksi karangan.

6. Refleksi Karangan

Nah, langkah langkah menulis paragraf deskripsi di bab refleksi karangan inilah Anda bisa fokus memperhatikan tanda baca, ejaan, diksi dan kesesuaian kalimat. Apakah kalimatnya sudah bisa dipahami, atau belum. Di tahap ini Anda sebagai penulis wajib untuk mempercantik paragraf deskripsi. Tujuannya jelas, agar pembaca memahami pesan yang ingin Anda sampaikan.

Itulah beberapa langkah menulis paragraf deskripsi. Semoga dengan sekelumit ulasan ini memberikan manfaat dan pemahaman untuk Anda. Selamat mencoba. eipaweb.org

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *