Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet

Cara menulis daftar pustaka dari internet tidak ada nama pengarang. Dalam penulisan karya ilmiah tentunya ada kaidah yang harus dipenuhi. Salah satu yang paling penting adalah menghindari adanya plagiasi. Oleh karenanya sebagai penlis kita diwajibkan untuk menuliskan sumber atau referensi yang digunakan. Tujuannya supaya kita menghargai karya tulis tulis yang karyanya telah menginspirasi kita dalam menghasilkan karya baru.

Dalam penulisan sumber atau referensi, kita sering menyebutnya dengan penulisan daftar pustaka. Daftar pustaka biasanya berada diakhir halaman. Penulisan daftar pustaka pun tidak boleh asal-asalan hanya menuliskan judul saja atau nama pengarangnya saja. Ada banyak cara menulis daftar pustaka baik dari buku, jurnal, majalah, hingga internet. Masing-masing memiliki aturan yang berbeda.

Pada artikel ini kita akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan daftar pustaka. Tapi lebih detail kita akan mencoba cara menulis daftar pustaka dari internet tidak ada nama pengarang. Mengingat internet menjadi salah satu sumber rujukan yang paling mudah digunakan.

Unsur – Unsur Daftar Pustaka – Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet Tidak Ada Nama Pengarang

Sebelum membahas bagaimana cara menulis daftar pustaka dari internet tidak ada nama pengarang, sebaiknya kita ulas terlebih dahulu unsur-unsur dalam daftar pustaka yang meliputi:

  1. Nama penulis
  2. Tahun terbit
  3. Judul
  4. Tempat terbit
  5. Nama penerbit

 

Kalima unsur tersebut wajib ada disetiap penulisan daftar pustaka termasuk dalam cara menulis daftar pustaka dari internet tidak ada nama pengarang. Namun jika ada beberapa unsur yang tidak bisa ditemukan dalam sebuah karya tulis rujukan, maka bisa diberi keterangan tambahan.

cara menulis daftar pustaka dari modul kuliah

Jenis sumber rujukan ada banyak macamnya. Misalnya, kita bisa bisa mendapatkan sumber pustaka dari buku, internet, jurnal, makalah, dan lainnya. Berbagai jenis ini, tentu diketahui asal usul dari mana kita mendapatkan tulisan tersebut. Asal –usul inilah yang sebetulnya perlu kita cantumkan, yang di dalamnya secara umum perlu kelima unsur daftar pustaka di atas.

Namun, cara menulis daftar pustaka untuk setiap jenis sumber tersebut bisa berbeda termasuk cara menulis daftar pustaka dari interet tidak ada nama pengarang. Perbedaan ini menyesuaikan jenis sumber rujukan. Agar lebih paham, mari kita langsung melihat bagaimana cara menulis daftar pustaka, yang dibagi ke dalam kelompok daftar pustaka berdasarkan jenis bacaannya.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku

Cara menulis daftar pustaka dari buku berbeda dari cara menulis daftar pustaka dari internet tidak ada nama pengarang (ini nanti kita jelaskan juga). Cara menulis daftar dari sumber yang berupa buku secara umum adalah:

Nama Pengarang (dibalik, tanpa gelar). Tahun terbit. Judul buku (cetak miring/ cetak tebal). Tempat Terbit: Nama Penerbit.

 

Nah, dalam penulisan daftar pustaka yang bersumber dari buku ada beberapa perbedaan jika penulis sendiri, berdua, maupun lebih dari tiga. Kemudian setiap

 

Contoh Daftar Pustaka dari Buku dengan Satu Pengarang

Catatan : Penulisan nama dibalik artinya, jika nama pengarang terdiri dari dua kata atau lebih, maka nama paling belakang dari pengarang, diletakkan di bagian paling awal, lalu dipisahkan dengan tanda koma, baru diikuti dengan nama depannya.

Jadi, semisal namanya “Michael E Porter” : berarti ditulis menjadi “Porter, Michael E”. Contoh lain, jika namanya “Hasna Wijayati”, maka dibalik menjadi “Wijayati, Hasna”.

 

Contoh Daftar Pustaka dari Buku dengan Dua atau Tiga Pengarang

Catatan : Jika nama pengarang ada yang terdiri dari dua kata atau lebih, maka yang dibalik hanya nama pengarang pertama. Nama pengarang kedua dan ketiga tetap urutannya.

 

Contoh:

Maryati dan Suryawati. 2001. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.

Nurhadiat, D dan Susanto. Seni Rupa SMA Kelas 3. Jakarta: Grasindo.

 

Contoh Daftar Pustaka Buku dengan Penulis Lebih dari Empat

Catatan : Jika nama pengarang terdiri dari empat orang atau lebih, maka nama pengarang tidak ditulis semua, melainkan ditulis satu saja, dan diikuti dengan dkk (dan kawan –kawan). Buku dengan banyak penulis biasanya merupakan buku hasil kompilasi dari berbagai pengarang.

 

Contoh:

Siregar, Johnson dkk. 2012. Kumpulan Makalah Pelatihan Manajemen Ekspor. Jakarta : DJPEN PPEI.

 

Contoh Daftar Pustaka Buku Tanpa Pengarang (Pengarang bukan nama orang)

Catatan : Terkadang, beberapa buku bisa dibuat tanpa nama pengarang. Misalnya, pengarangnya adalah berupa tim penulis, atau dari badan atau organisasi tertentu. Jika demikian, nama pengarang diganti dengan pihak kelompok penerbit buku tersebut.

 

Penulisan daftar pustaka buku tanpa pengarang, dapat dilihat pada contoh berikut.

  1. Auto Component Industry in India: Growing Capabilities & Strengths. New Delhi: ACMA.

 

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet Tidak Ada Nama Pengarang

Sama halnya dengan cara penulisan daftar pustaka pada umumnya, cara menulis daftar pustaka dari internet tidak ada nama pengarang pun perlu mengandung unsur-unsur utama seperti penjelasan di atas. Hanya memang ada sedikit tambahan

 

  1. Tulislah Nama Pengarang Terlebih Dahulu

Langkah pertama ini mesti dilakukan agar kita mengetahui siapa pengarang yang tulisannya kita kutip, entah dari buku, atau dari internet sekalipun. Cara menulis nama pengarang dalam daftar pustaka sama dengan penulisan nama pengarang pada buku atau majalah, yakni tulis dahulu nama belakang sang pengarang, lalu setelah itu barulah tulis nama depan si pengarang. Contohnya: Lia Noviana, menjadi Noviana, Lia.

 

  1. Tulislah Judul Tulisan yang Dikutip

Setelah nama pengarang ditulis, cara selanjutnya yang mesti dilakukan adalah menulis judul tulisan yang dikutip tersebut. Seperti halnya penulisan judul pada daftar pustaka buku atau majalah, penulisan judul tulisan pada daftar pustaka dari internet juga mesti ditulis dengan huruf miring. Misalnya: Review Buku: I am Sarahza, Mengajarkan Bahwa Tuhan Bersama Orang yang Ikhlas

 

  1. Menulis Alamat Situs atau Blog yang Tulisannya Kita Kutip

Cara selanjutnya yang mesti dilakukan adalah menulis alamat situs atau blog yang tulisannya kita kutip. Tidak seperti pada penulisan judul, penulisan alamat situs atau blog tidak perlu ditulis dengan huruf miring. Alamat situs atau blog sendiri bisa kita salin tempel (copy paste) dari laman yang kita kutip tersebut, atau bisa juga kita tulis sendiri. Misalnya: https://penyukakata.wordpress.com/2018/11/24/review-buku-i-am-sarahza-mengajarkan-bahwa-tuhan-bersama-orang-yang-ikhlas/

 

  1. Menulis Waktu Situs atau Blog Itu Diakses

Langkah terakhir yang mesti dilakukan dalam penulisan daftar pustaka dari internet adalah menulis waktu di mana situs atau blog itu kita akses. Penulisan waktu ini sangat penting supaya pembaca tahu kapan kita mengakses dan mengutip tulisan di situs atau blog tersebut. Adapun cara enulisannya adalah dengan menuliskan frasa “diakses pada” yang diikuti oleh tanggal dan waktu di mana situs atau blog tersebut kita akses dan kutip tulisannya. Contohnya: diakses pada 1 Desember 2018 pukul 14.00.

 

Namun sayangnya tidak semua sumber di internet mencantumkan nama penulis. Lantas bagaimana jika sumber yang kita jadikan rujukan tidak ada nama pengarangnya?

Rumusan caranya:

“Judul halaman.” Judul situs Institusi yang mendukung/Penerbit, Tanggal Publikasi. Bentuk(atau medium), tanggal diakses

Contoh: “The Sky is Blue.” Kelasinspirasi.com. Kelas Satu Inc., 1 Sep. 2018. Web. 3 Sep. 2019.

 

Selain cara di atas, cara menulis dari internet tidak ada nama pengarang juga bisa ditulis sebagai berikut:

Cantumkan: Judul halaman (tanggal penerbitan). Judul situs. Tanggal diakses, dari alamat web.

Contoh: The Sky is Blue. (1 Sep. 2017). kelasinspirasi.com. Diakses tanggal 10 Sep. 2019, dari www.kelasinspirasi.com/TanpaPenulis

 

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet Tidak Ada Nama Pengarang Namun Lembaga/Organisasi

Bisa juga Anda temui bahwa sumber daftar pustaka bukan lagi seorang author/pengarang namun justru suatu lembaga atau organisasi. Jika menemukan kasus seperti ini, rumusan daftar pustaka sebagai berikut:

Nama organisasi. (tanggal publikasi). Judul Halaman. Judul Laman. Tanggal diakses, dari alamat web.

Contoh: Kelas Inspirasi Yogyakarta. (1 Sep. 2017). The Sky is Blue. kelasinspirasi.com. Diakses tanggal 3 Okt. 2019, dari www.kelasinspirasi.com/Yogyakarta


Baca juga : Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal Internet

Comments are closed.