Cara Menulis Cerpen yang Baik dan Benar

Cara Menulis Cerpen yang Baik dan Benar

Cara menulis cerpen yang baik dan benar. Dalam menulis cerpen kita perlu memperhatikan cara-cara yang benar. Sesuai singkatannya, Cerpen berarti singkatan dari “Cerita Pendek”. Dalam pembuatan cerpen sebenarnya tidak ada rumusan yang baku. Setiap sasterawan memiliki rumusan yang berbeda-beda. Yang pasti dalam cerita pendek, dari segi kuantitas (banyaknya) kata terdiri dari 500 s.d. 20.000 kata. Memiliki satu plot, watak, dan kesan.

Meski tidak memiliki rumusan yang  baku, ketika kita menulis cerpen, kita tetap harus memperhatikan cara menulis cerpen yang baik dan benar. Dalam rumusannya, kita perlu memperhatikan kaidah-kaidah umum sebagai cara menulis cerpen yang baik dan benar. Untuk itu simak tips cara menulis cerpen yang baik dan benar sampai selesai.

  1.  Cerita Harus Pendek

Namanya juga cerita pendek, maka cara menulis cerpen yang baik dan benar adalah bagaimana kita menyusun suatu cerita tapi tidak panjang lebar seperti novel. Seberapa pendeknya sebuah novel? Ya kira-kira sebatas Anda dapat menyelesaikan bacaan tersebut sekali duduk, atau ketika duduk menunggu bus atau kereta api, atau sambil antre karcis bioskop.

Cerita pendek harus ketat dan ringkas, tidak mengobral detail, dialog hanya diperlukan untuk menampakkan watak, atau menjalankan cerita atau menampilkan problem. Dan karena harus pendek, maka jumlah tokohnya terbatas, peristiwanya singkat, waktu berlangsungnya tidak begitu lama, kata-kata yang dipakai harus hemat, tepat dan padat, tempat kejadiannya pun juga terbatas, berkisar 1-3 tempat saja.

  1. Alur yang Mengalir

Cara menulis cerpen yang baik dan benar selanjutnya adalah dengan menggunakan alur yang mengalir. Maksudnya cerpen merupakan jenis karya sastra yang menggambarkan cerita atau kisah alur hidup manusia dalam bentuk tulisan yang ringkas dan jelas.

Cerpen yang biasa juga dinamakan dengan prosa atau karangan fiksi, memiliki isi pengisahan yang hanya berfokus pada sebatas satu permasalahan atau konflik. Secara singkatnya, jalan cerita pendek hanya berpusat pada satu konflik saja.

Cara menulis cerpen yang baik dan benar dalam menentukan alur diantaranya adalah:

  • Tahap pengenalan
  • Tahap penanjakan
  • Tahap klimaks
  • Anti klimaks
  • Tahap penyelesaian

Tahap-tahap alur tersebut harus ada di dalam sebuah cerpen. Hal ini bertujuan agar cerita tidak membingungkan orang yang membacanya. Di dalam cerpen terdapat 2 alur yang seringkali dipakai oleh para penulis.

  • Alur maju. Alur ini menggambarkan jalan cerita yang urut dari awal perkenalan tokoh, situasi lalu menimbulkan konflik hingga puncak konflik dan terakhir penyelesaian konflik. Intinya adalah, pada alur maju ditemukan jalan cerita yang runtut sesuai dengan tahapan-tahapannya.
  • Alur mundur. Di alur ini, penulis menggambarkan jalan cerita secara tidak urut. Bisa saja penulis menceritakan konflik terlebih dahulu, setelah itu menengok kembali peristiwa yang menjadi sebab konflik itu terjadi.

Kemudian cara menulis cerpen yang baik dan benar haruslah memiliki cerpen pendek mengalir dalam arus untuk menciptakan efek tunggal dan unik. Nah bedanya dari novel, di dalam cerpen tidak dimungkinkan terjadi aneka peristiwa yang berbeda-beda.

  1. Cara Menulis Cerpen Ketat dan Padat

Cara menulis cerpen yang baik dan benar selanjutnya adalah cerita harus padat dan ketat. Maksudnya ketat dan padat adalah setiap detail harus mengarus pada satu efek yang terkesan tunggal. Maka tantangan saat membuat cerpen adalah penulis harus dapat menyatukan kata dan kalimat yang seirit dan seekonomis mungkin. Membuat cerita menjadi ekonomis adalah salah satu ketrampilan yang harus dimiliki seorang cerpenis.

Meski ekonomis, cerpenis harus dapat meyakinkan pembacanya bahwa ceritanya benar-benar terjadinya. Bukan suatu bikinan atau rekaan. Itulah sebabnya menulis cerpen membutuhkan ketrampilan khusus supaya alur tidak rusak. Mengingat penulis dituntut untuk ringkas dalam menjelaskan alur cerita dan gerak tokoh.

  1. Menimbulkan Kesan yang Selesai

Cara menulis cerpen yang baik dan benar juga dibutuhkan kesan yang selesai. Maksudnya tidak menimbulkan cerita berkelanjutan. Cerpenis harus benar-benar meyakinkan pembaca bahwa cerita tersebut telah tamat sampai titik akhirnya lagi. Harus dipastikan cerita benar-benar berhenti di cerpen tersebut.

cara membuat cerpen untuk lomba

Seringkali karena pendeknya, kita seringkali kesulitan menemukan adanya perkembangan di dalam cerita. Tidak ada cabang-cabang cerita, sehingga tidak ada kelebatan-kelebatan pemikiran yang melebar dari tokoh yang terlibat. Kepribadian tokoh, atau tokoh-tokoh, pun tidak berkembang, dan kita tidak menyaksikan adanya perubahan nasib tokoh, atau tokoh-tokoh ini ketika cerita berakhir. Dan ketika konfik yang satu itu terselesaikan, kita tidak pula tahu bagaimana kelanjutan kehidupan tokoh, atau tokoh-tokoh, cerita itu.

Meski begitu sebuah cerpen meskipun singkat tetap harus mempunyai pertikaian dramatik, yaitu perbenturan kekuatan yang berlawanan. Baik benturan itu terlihat nyata ataupun tersamarkan. Jika itu bisa Anda tuliskan, itulah inti dari cerpen.

  1. Peran Tokoh Sedikit

Cara menulis cerpen yang baik dan benar selanjutnya adalah memilih siapa saja tokoh yang akan berperan di dalam cerita cerpen Anda. Karena terbentur oleh alur dan arus yang singkat, biasanya tokoh-tokoh yang terlibat peranan tidak banyak jumlahnya, bisa jadi hanya seorang, atau bisa juga sampai sekitar empat orang paling banyak.

Itu pun tidak seluruh kepribadian tokoh, atau tokoh-tokoh itu diungkapkan di dalam cerita. Fokus atau, pusat perhatian, di dalam cerita itu pun hanya satu. Konfliknya pun hanya satu, dan ketika cerita itu dimulai, konflik itu sudah hadir di situ. Tinggal bagaimana menyelesaikan saja.

Perlu diingat kembali bahwa cerpen bukanlah sebuah penggalan dari novel. Bukan pula sebuah novel yang harus disingkat. Cerpen merupakan karya sastra dari sebuah rekaan cerita yang lengkap. Tidak ada ada, tidak perlu, dan tidak ada tambahan lain. Cerpen merupakan karya sastra dengan genrenya sendiri, karya yang berbeda dari sebuah novel.

  1. Cara Menulis Tema Cerpen

Dalam tips cara menulis cerpen yang baik dan benar, tema menjadi unsur yang tidak bisa lepas saat membuat cerpen. Tema merupakan gagasan inti yang diibartakan sebagai pondasi sebuah bangunan.

Ide pokok inila yang hendak disampaikan cerpenis kepada para pembacanya. Sesuatu itu dapat berupa berbagai macam masalah yang ada di kehidupan ini. Cerpenis tidak dituntut menjelaskan temanya secara gamblang dan final, tetapi ia bisa saja hanya menyampaikan sebuah masalah kehidupan dan akhirnya terserah pembaca untuk menyikapi dan menyelesaikannya.

Cara menulis cerpen yang baik dan benar biasanya menyajikan berbagai persoalan yang kompleks. Namun, selalu punya pusat tema, yaitu pokok masalah yang mendominasi masalah lainnya dalam cerita itu. Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas.

  1. Latar atau Setting

Cara menulis cerpen yang baik dan benar juga tidak lepas dari unsur lattar atau setting. Keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana dalam cerita akan mengembangkan alur cerita Anda. Pembuatan latar cerita harus bersatu dengan tema dan plot untuk menghasilkan cerita pendek yang gempal, padat, dan berkualitas.

Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda, maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati.

  1. Sudut Pandang Tokoh

Hampir sama dengan pembuatan cerita pada umumnya, sudut pandangan tokoh ini merupakan visi pengarang yang dijelmakan ke dalam pandangan tokoh-tokoh dalam cerita. Jadi sudut pandangan ini sangat erat dengan teknik bercerita. Di dalam cerpen kita juga dapat menggunakan beberapa jenis sudut pandang tokoh. Beberapa sudut pandang tokih yang umum digunakan adalah:

  • Sudut pandang orang pertama, lazimnya disebut point of view dengan penggunaan sudut pandang “aku” atau “saya”.
  • Sudut pandang orang ketiga, biasanya dengan menyebut nama tokoh, misalnya “Annisa”, “Fera”, “Fakhri”, dan lainnya.
  • Sudut pandang campuran, dimana penulis membaurkan antara pendapat pengarang dan tokoh-tokohnya sehingga semua kejadian dan aktivitas tokoh diberi komentar dan tafsiran yang membuat pembaca mendapat gambaran mengenai tokoh dan kejadian yang diceritakan.
  • Sudut pandangan yang berkuasa. Merupakan teknik yang menggunakan kekuasaan si pengarang untuk menceritakan sesuatu sebagai pencipta. Sudut pandangan yang berkuasa ini membuat cerita sangat informatif.
Comments are closed.