8 Tips Menulis Novel Agar Bisa Menjadi Penulis Terkenal

  • Whatsapp
menulis-paragraf-deskripsi

Tips menulis novel dapat kamu lakukan mengikuti beberapa cara berikut. Namun sebelumnya ada satu hal penting yang sering saya tekankan jika kamu ingin menjadi seorang penulis novel. Pastikan bahwa impian menjadi penulis bukan karena uang, karena jika tujuan karena uang, rasannya akan sulit. Kenapa sulit? Karena menjadi penulis itu tidak bisa kaya. Ada juga sih yang kaya, jika dibandingkan, jumlah penulis sukses dan tajir hanya beberapa saja. Sisanya, banyak penulis yang biasa-biasa saja dari segi pendapatan. 

Jika sudah yakin dan tetap ingin menjadi seorang penulis novel, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Maka artikel ini jawabannya. Ada beberapa tips menulis novel yang harus ada. Sebagai berikut. 

Bulatkan Niat 

Tips menulis novel pertama tentu saja niat. Tanpa niat, apapun yang dicita-citakan hanya berjalan setengah-setengah. Niat menjadi modal dengkul yang tidak perlu modal biaya ataupun modal tenaga. Hanya modal keyakinan dan kemauan saja. 

Kelihatan hanya sebatas niat. Tetapi niat juga menjadi landasan dasar dan landasan utama dalam mewujudkan sebuah karya novel. Buat kamu yang sudah mencoba menulis buku novel, tetapi tidak pernah kelar, pasti tahu bagaimana rasanya. Niat itu sederhana dan sepele, tetapi sangat berat jika ingin konsisten. 

Menentukan Genre 

Tips yang kedua setelah niat tentu saja segera praktek. Nah, umumnya saat pertamakali praktek banyak yang kesulitan dan tidak tahu bagaimana memulai pertamakali. Langkah pertama adalah menentukan genre. Ada banyak sekali genre novel yang bisa diambil. Ada genre horror, romantic, sains, action, misteri, sejarah dan petualangan. Nah, dari beberapa genre, pastikan untuk mengambil genre yang sesuai dengan karakter dan kesenangan kamu. Karena kunci keberhasilan menjadi seorang penulis adalah menjadi rasa senang. 

Setidaknya dengan rasa senang, yang akan memberikan semangat untuk menyelesaikan novel hingga selesai. Tanpa rasa senang dan cinta terhadap apa yang ditulis, bawaannya akan males, tidak mood dan jengkel karena benci, endingnya tidak kelar-kelar novel tersebut. 

Tujuan menentukan genre terlebih dahulu sebelum menulis novel untuk membantu memfokuskan pembahasan, sudut panjang dan penokohan. Selain itu, juga dapat membantu dalam melihat segmentasi dan target pembaca yang kira-kira pas dan cocok sesuai karya novel kamu. Tanpa genre, sulit rasanya melihat peluang di pasaran akan seperti apa. 

Penokohan 

Tips menulis novel yang ketiga bisa dengan membuat penokohan. Penokohan seringkali digunakan untuk membantu penulis untuk memberikan karakter dari si tokohnya. Tidak mungkin dalam sebuah novel tokohnya memiliki karakter yang sama dan semuanya berkarakter datar bukan? Maka dari itu, penting sekali memberikan karakter yang unik dan berbeda-beda dari satu tokoh dengan tokoh lain, agar ada emosi yang ditonjolkan. Sebuah novel tanpa adannya konflik dan tanpa emosi, dijamin tidak laku di pasaran. 

Membicarakan tentang penokohan, ada tiga penokohan (barangkali sudah pernah dipelajari dipula bangku SMP atau SMA. Ada tokoh protagonist, antagonis dan tritagonis. Tokoh protagonist adalah tokoh pendukung utama dalam sebuah cerita. Ciri tokoh yang memiliki watak ini adalah orangnya baik dan suka dengan dukungan dari dua atau lebih orang. 

Berbeda dengan tokoh antagonis, tokoh antagonis memiliki karakter kebalikan dari protagonist, dimana pelaku antagonis selalu berwatak jahat. Sebagai orang jahat, tentu saja lakon yang diperankan dibenci oleh figure tokoh utama. Berbeda dengan tokoh tritagonis, tokoh ini berperan sebagai tokoh pembantu antara tokoh antagonis maupun protagonist.

Karakteristik 

Tips menulis novel yang tidak kalah diperhatikan adalah menentukan karakter. Tentu saja setiap tokoh memiliki karakternya sendiri-sendiri. Karakter yang dapat menentukan emosi dan ruh pada novel agar lebih baik adalah karakter yang sarat akan konflik. Konflik menjadi pemicu andreanalin dan menguras emosi pembacanya. Jika pembaca mampu merasakan jengkel, senang, tertantang saat membaca novel kamu, maka pembuatan karakter novel berhasil. 

Menentukan Alur 

Menentukan alur pada novel kamu itu penting. Baik dan buruknya novel ditentukan dengan alur yang kamu gunakan. Ada tiga jenis alur dalam plot, pertama plot maju, yang mana plot ini akan mengajak pembaca alurnya dari maju ke depan. Meskipun demikian, tetap bisa menyertakan flashback. Plot ini juga dapat berubah menjadi plot mundur dan maju juga. 

Sedangkan yang dimaksud dengan plot mundur adalah plot yang ditulis dari akibatnya. Plot ini memberi kesan pertama bagi pembaca rasa binggung terhadap cerita. Barulah diikuti oleh sebab akibatnya. Terakhir adalah plot maju-mundur, adalah plot yang dikemas dengan alur maju dan mundur. Teknik ini dibutuhkan keahlian khusus, karena dalam penyajian bagi saya cukup rumit dibandingkan plot alur maju. Plot maju-mundur seharusnya memiliki proporsi sama, yaitu alur maju 50 dan alur mundur 50. 

Setting 

Penting sekali memperhatikan setting pada novel. Setting pada novel bisa menjadi unsur yang tidak kalah penting. Setting adalah tempat yang digunakan. Setting inilah yang memberikan gambaran bagi pembaca untuk memainkan imajinasinya. 

Sudut Pandang 

Hal terpenting yang menentukan novel tersebut akan hidup atau tidak, terletak pada sudut pandang dari penulis. Jika sudut pandang penulis menarik, kritis dan emosional, maka pembaca pun akan merasakannya. Ada tiga sudut pandang yang dapat digunakan dalam menulis novel. Yaitu sudut pandang orang pertama, yang ditandai menggunakan kata ganti “aku”. Kedua, sudut pandang kedua diperuntukan untuk tokoh pengembira yang ada disekitar tokoh “aku”.  Sudut pandang yang ketiga adalah sudut pandang yang menceritakan orang lain tapi serba tahu, sederhanannya, penulis sebagai netizen yang maha benar.

Konflik dan Klimaks 

Seperti yang saya sebutkan di paragraf sebelumnya, tips menulis novel yang paling penting adalah menciptakan konflik dan klimaks. Barangkali banyak yang bertanya-tanya, bagaimana cara memunculkan konflik? Ada cara sederhana yang bisa kamu lakukan, yaitu dengan membuat permasalahan di dalam cerita tersebut. 

Macam-macam konfliks sebenarnya ada banyak macamnya. Ada konflik yang ditampilkan di bagian awal, atau di bagian akhir. Adapun yang lebih senang menampilkan konflik di bagian awal dan tengah. Tentu saja konflik harus dikemas semenarik mungkin. Buat konflik yang tidak mudah untuk ditebak endingnya. Jika perlu, buat pembaca bisa merasakan apa yang disampaikan. 

Dalam sebuah novel, tentu saja konflik tidak ada solusinya. Setiap masalah ada solusinya, karena inilah tujuan dari penulisan novel. Memberikan pesan kepada pembaca lewat karya imajinatif. Jika dibayangkan dalam sebuah grafik, konflik itu ada tahapannya. Dari garis bawah sampai konflik paling puncak. Setelah sampai puncak konflik, maka konflik akan turun dan turun. Grafik turun inilah yang digambarkan sebagai penyelesaian atau solusi. 

Itulah beberapa poin tips menulis novel yang patut di catat. Jika masih merasa kesulitan, maka hanya butuh berlatih dan mencoba-coba. Karena menulis itu hanya berbicara proses. Semoga ulasan ini bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *